
Alihkan fokus dari weight loss menjadi size loss
Ada berbagai macam cara yang tersedia saat ini untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Mulai dari aneka paket diet yang menggiurkan hingga pilihan olahraga, Teman DRYD pasti ga bakal kehabisan ide untuk menurunkan berat badan. Tapi ya, cara-cara itu biasanya ga ngasi hasil instan. Butuh kesabaran, ketekunan, dan dedikasi buat bisa mencapai target berat badan yang diinginkan melalui cara-cara itu tadi. Ada juga cara-cara cepat. Operasi weight loss, misalnya. Manipulasi lemak dalam tubuh melalui cara pembedahan bisa dijadikan alternatif bagi Teman semua yang tertarik untuk mendapatkan badan yang in-shape dan ideal. Tapiii, yang namanya operasi pastinya membawa konsekuensi. Apa konsekuensinya? Banyak; recovery lama dan risikonya pun besar. Tapi ya itu preferensi sih, ya. Kalau emang maunya langsung dapat tubuh kurus, ya lemaknya diangkat manual melalui operasi. Sisi baiknya juga banyak kok.
Fat-burning Injections: Pengenalan Singkat

Alat suntik yang lazim digunakan dalam prosedur Fat-burning injection
Nah, fat burning injection dihadirkan sebagai pilihan lain untuk dipertimbangkan sebagai cara untuk mengurangi berat badan. Ada banyak faktor yang menyebabkan opsi ini belakangan menjadi populer di kalangan masyarakat tapi itu kita bahas nanti, ya. Sekarang kita coba telaah dulu apa sebener-nya fat-burning injections itu. Dilihat dari namanya, pastinya udah bisa ditebak kan? Fat-burning injections atau yang juga lumrah dikenal sebagai suntik pelangsing merupakan sebuah serum yang disuntikkan langsung ke lapisan bawah kulit dengan tujuan untuk menghancurkan sel-sel lemak di area yang ditarget. Mirip dengan liposuction; keduanya sama-sama menggunakan alat untuk membidik lapisan lemak bawah kulit secara langsung. Bedanya, kalau liposuction dilakukan dengan cara “membuka” kulit untuk mengakses lapisan lemak lalu secara manual mencairkan lemak di area tertentu (untuk kemudian disedot dan dibuang), fat-burning injections bekerja secara kimiawi dalam “membongkar” sel lemak. Karena prosedurnya dilakukan melalui penyuntikan, maka suntik kurus bersifat non-invasif dan karena itu relatif lebih aman.
Dok, kalo sedot lemak kan jelas, tuh, ya; lemaknya dihancurkan, disedot, terus dibuang. Nah, kalo suntik gimana?
Gini, yang bikin gendut itu kan, penambahan jumlah lemak dalam tubuh yang sejatinya diperlukan untuk cadangan energi. Nah, yang bertanggung jawab untuk menyimpan lemak-lemak yang belum terpakai ini adalah sel-sel lemak. Sel-sel ini punya elastisitas yang menakjubkan; mereka bisa menyesuaikan kapasitas mereka untuk mengakomodasi semua lemak yang belum dipakai oleh tubuh sebagai energi. Semakin banyak, semakin gembung. Semakin gembung sel-sel ini, semakin melar deh badan kita. Nah, suntikan peluruh lemak diberikan untuk menarget sel-sel ini dan menghancurkan mereka dalam keadaan terkontrol. Lemaknya keluar dan udah ga ada lagi fasilitas penyimpanannya, maka tubuh akan menggunakan lemak itu untuk dijadikan energi.
Karena prosedurnya dilakukan dengan menggunakan serum dengan jumlah atau dosis yang dibatasi, maka akan salah kaprah kalo Teman DRYD berpikir suntikan ini bisa digunakan untuk membuat badan kurus dalam waktu singkat dengan hasil yang instan. Fat-burning injections lebih tepat jika disebut sebagai salah satu metode body contouring. Apa dan gimana konsep body contouring itu udah pernah dibahas ya, sebelumnya. Jadi fokusnya dialihkan, gitu, dari yang tadinya menurunkan berat badan secara drastis menjadi mendapatkan tubuh berlekuk yang aduhai. Toh, tetap ada pengurangan angka timbangan juga kok nantinya. Dengan “membakar” sejumlah sel lemak di area tertentu, ukuran di bagian tubuh tersebut bakal berkurang juga.
Sekilas tentang Komposisi
Efek fat burn dari suntikan serum ini didapatkan dari kombinasi berbagai macam zat. Apa aja komposisinya, yuk kita lihat. Catatan: Penggunaan kombinasi zat-zat di bawah bergantung kepada preferensi dokter yang menjalankan prosedur dan jenis treatment yang dipilih ya.
- Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
HCG adalah tipe hormon yang sering ditemukan dalam tubuh perempuan yang sedang hamil.
- Lipostabil dan L. Carnitine
Keduanya adalah zat dengan fungsi pencair dan pembakar lemak.
- Aqualyx
Zat ini membantu tubuh dalam menyerap lemak yang sudah dicairkan ke dalam darah untuk kemudian dibuang melalui air seni.
- Kombinasi PPC, L. Carnitine, silicum organik, dan procaine
Nah, udah ya, ga usah bahas yang berat-berat. Cukup untuk pengetahuan aja. Kalo dilanjut nanti malah jadi makalah ilmiah lagi. Intinya mah, obat peluruh lemak itu banyak banget dan beda-beda banget juga tergantung brand yang di-pake pas prosedurnya.
Perbedaan: Persiapan, Efek Samping, Risiko

Pengoptimalan ukuran bagian badan
fat-burning injections bukan tipe treatment instan…”
Perbedaan mendasar lain yang juga menjadi keuntungan dari prosedur fat-burning injections adalah persiapannya yang ga ribet. Operasi, apapun tujuan dan jenisnya, membutuhkan persiapan yang panjang. Belum lagi si pasien bakalan ada di bawah pembiusan. Kalo disuntik kurus, persiapannya sangat singkat. Dokter akan melakukan pengukuran pada tubuh pasien yang akan di-treatment setelah konsultasi. Lalu obat dan si pasien dipersiapkan dan kemudian prosedur bisa langsung dimulai. Udah deh, gitu doang. Kadang-kadang emang sih anestesi diperlukan, tapi sifatnya topikal dan hanya diperlukan kalo area tubuh yang ditarget sangat sensitif.
Secara umum, efek samping suntik kurus sangat minim, kalaupun ada. Paling cuma ada rasa nyeri dan pegel karena namanya juga kita ngancurin bagian dari badan, kan. Tapi di kebanyakan kasus, rasa nyeri dan pegel ini ga sampe bikin si pasien harus bed rest, kok. Abis treatment, istirahat bentar, langsung bisa aktivitas, deh. Jadi, suntik peluruh lemak bisa jadi pilihan yang sangat cocok untuk Teman-Teman DRYD yang aktif dan jadwal harian yang full. Tapi sekali lagi nih, yaaa, fat-burning injections bukan tipe treatment instan yang bisa ngasi kamu hasil seketika. Bentuk dan lekuk tubuh yang diinginkan mungkin baru akan terlihat setelah beberapa kali menjalani prosedur. Makanya, treatment biasanya akan diulang dalam 2 minggu setelah prosedur sebelumnya dilakukan. “Sebulan harus berapa kali suntik, Dok?” Nah, ini relatif. Ga bisa di-kasi target gitu. Karena sifatnya non-invasif, maka treatment harus dijalankan sebanyak yang diperlukan sampai target ukuran tercapai. Kalo emang dalam sebulan udah mencapai target, prosedur bisa dihentikan.
Tapiii, risiko masih tetap ada untuk dipertimbangkan karena pemberian obat melalui jalur injeksi dibandingkan oral. Pertama, risiko bekas suntikan seperti lebam. Ini sih, tanda umum prosedur injeksi yaaa. Suntik apapun akan membawa risiko ini meskipun memang ga terjadi di setiap orang juga. Risiko kedua lebih ke efek setelah injeksi yang mirip rasa kemeng, gitu… tau kan? Kayak rasa pegel–pegel ringan, gitu, di area bekas injeksinya. Itu sih ya, risiko paling umum. Emang ada risiko infeksi terutama kalo alat suntik yang digunakan ga steril.
“Duh, kok serem, Dok…? Jadi ragu….”
Honey, itu risiko. Risiko bisa di-manage. Gimana caranya? Makanya datang ke pakarnya. Datang ke dokter yang praktiknya berlisensi dan bersertifikat. Jangan asal percaya sama klaim-klaim yang berlebihan. Kalo perlu, googling dulu deh latar belakang si orang. Inget ya, ini investasi. Kamu kudu pinter–pinter memilah. Jangan langsung tergiur atau nanti kamu harus menanggung risiko yang gede. Jangan juga main suntik sendiri di rumah. Kan banyak tuh, produk-produk suntik kurus dijual di luar sana. Jangan buru-buru beli terus nyuntik sendiri. Banyak yang harus dijadikan pertimbangan: Sudut jarum suntik waktu dimasukkan ke kulit harus bener, dosis harus tepat, disinfeksi harus dilakukan. Bahkan kalo pun kamu merasa yakin dan cukup mencari informasi di internet, pikir lagi. Pikir berkali-kali. Bandingkan risiko dengan tindakan. Jangan ragu juga buat mengkomunikasikan concern dan keluhan ke dokter. Sekelumit informasi bisa jadi poin besar yang akhirnya menentukan kebahagian yang bakal kamu dapat setelah prosedur loh. Speak up. Show. Share. Paham ya? Risiko selalu ada, apapun yang kita lakukan. Tapi risiko selalu bisa di-manage atau malah dieliminasi sekalian.
Gimana dengan Post-Procedure Care?

Exercise, exercise, exercise
“Ada pantangan ga, Dok?” Ga ada sih, ya. Ga ada aturan tertentu yang melarang kamu untuk makan apapun setelah menjalani prosedur. Cuma perlu mengikuti program diet sehat aja kok. Kenapa? Balik lagi ke konsep sebelumnya; prosedur body contouring pada prinsipnya cuma mengurangi jumlah sel lemak—yang mampu mengakomodasi jumlah lemak dalam tubuh. Jumlah sel lemak emang berkurang. Tapi ingat, sel lemak yang ada setelah prosedur pun masih punya kemampuan dan kapasitas dalam mengakomodasi kadar lemak yang masuk lewat makanan. Karenanya, asupan kalori kudu banget diawasi. Soalnya, kalo makan ga dikendalikan, percuma treatment APAPUN. Banyakin deh tuh, makan sayur sama buah. Banyakin minum air. Jangan over gulanya. Gitu juga dengan exercise. Sisa kadar lemak yang tertinggal ga mungkin ilang kalo kamu ga bergerak. It has to go somewhere, doesn’t it? Pengaturan ulang ukuran sel lemak cuma bisa dilakukan dengan cara-cara yang efektif seperti olahraga dengan durasi dan jenis yang tepat. Baru deh, ukuran badan bisa ideal. Olahraga juga bagus kok, buat kesehatan psikis. Kamu jadi lebih hepi, badan lebih segar, dan ukuran lebih memuaskan.

Program diet dengan komposisi yang benar akan membantu
Manage Lemak, Manage Hati
Saya selalu menitikberatkan size loss ketimbang weight loss. Kenapa? Concern saya adalah estetika. Badan yang kehilangan sejumlah berat secara signifikan belum tentu sedap dipandang. Kulit melar dan akhirnya butuh operasi lagi, duit lagi, recovery lagi. Kulit kusam dan terlihat tidak segar, akhirnya konsultasi lagi, beli produk pencerah kulit lagi, duit lagi, perlu waktu lagi. Serba ga efisien. Badan lemes, energi minim, mood berantakan. Hati yang ga hepi berpotensi besar menjadi sumber masalah besar yang ujung-ujungnya merembet ke mana-mana.
Jadi mending kita atur apa yang ada. Oh, perut saya melar, yuk kita kecilkan. Oh, tangan saya kegedean, yuk kita cari solusinya. Oh, dagu saya dobel, yuk kita ilangin yang satunya. Selama masih bisa di-manage parsial, kenapa harus jadi ambil tindakan ekstrim kan? Kecuali nih, kalo udah masuk kasus obesitas; mau ga mau ya harus weight loss yang diambil. Udah beda ceritanya.
Fat-burning injections adalah opsi yang lebih bersahabat kalo concern-mu adalah bagian-bagian tubuh yang membesar karena tumpukan lemak. Kurangi jumlah lemak di bagian itu maka bentuk tubuh akan jauh lebih terdefinisi. Berat badan tetap berkurang, bentuk tubuh lebih desirable, kulit tetap terjaga kesegarannya, penampilan lebih awet muda, stamina tetap terjaga, dan—yang paling penting—hati senang dan bahagia.




