Apa ada di antara Teman-teman DRYD yang doyan nonton reality show terutama yang genrenya makeover gitu? Makeover penampilan maksudnya; jadi dari yang tadinya biasa aja, dipermak jadi lebih menarik. Kan banyak tuh, reality show kaya begitu. Ada yang suka ga?
Nah, kalo ada, saya mau kasi satu judul buat nambah referensi nonton Teman DRYD nih. Namanya ‘Skin Decision: Before and After’.
Nontonnya di mana? Di Netflix ada. Tinggal search aja judulnya trus nanti langsung nonton deh.
Kenapa recommended?
Well, acara ini tuh kerasa beda karena menilik dunia bedah plastik dari sisi yang berbeda. Kita dibawa masuk lebih dalam ke dunia makeover. Kalo selama ini kita cuma disuguhi yang bagus-bagus dan kaya yang cuma dikasi liat hasil akhirnya aja, acara ini kaya ngebuka perspektif baru buat kita semua dalam memandang kecantikan fisik. ‘Skin Decision’ ga cuma perkara bedah plastik dan menyempurnakan keindahan tubuh dan wajah. ‘Skin Decision’ adalah tentang mengubah hidup dan menerima diri sendiri.
Ada beberapa episode yang menceritakan perjuangan pasien untuk mengelola trauma masa lalunya dan ada juga tentang pasien yang mencoba mendapatkan kembali rasa percaya dirinya. Dari sini saya sih bisa nyimpulin kalo ‘Skin Decision’ itu tuh lebih dari sekadar proyek acara hura-hura yang cuma mancing keinginan pemirsa buat ngebuang uang.
Acara ini dibawakan oleh dokter Sheila Nazarian, seorang dokter bedah plastik, dan Jamie Sherrill yang seorang pakar kulit dan kecantikan. Kombinasi keduanya menurut saya cukup padu dalam menyajikan isi acara. Prosedur dan metode pendekatannya juga terbilang modern dan yang paling mutakhir jadi kita bisa tahu atau paling ngga dapat gambaran tentang perkembangan dunia estetika medis itu kayak apa sekarang ini.
Keliatan banget lah kalo acara ini tuh goes beyond the usual stuff untuk membedakan dirinya dari acara-acara sejenis yang lain. Kita bisa belajar banyak hal tentang dunia kecantikan dan makeover dari acara ini karena materinya disajikan dengan cara yang fun tapi ga menghilangkan unsur edukatifnya juga.
Buat saya pribadi ini ngena banget. Kenapa? Karena gini ini nih seharusnya pola kerja seorang dokter estetis: pendekatannya personal, dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasien, dan setiap kasus dibahas dalam-dalam saaampe ke faktor-faktor psikis. Jadi ga cuma perkara benerin kulit atau permak wajah. Acara ini tuh ngerti, kulit luar bisa sembuh dan diperbaiki tapi apa yang ada di balik kulit itu, yang ada di dalam diri pasien, juga kudu disembuhkan. Percuma berhasil punya kulit bagus tapi di dalamnya masih digerogoti insecurity, kepercayaan diri yang rendah, rasa terancam, dan kurang menerima diri sendiri.
Karena faktor-faktor inilah makanya saya memfavoritkan ‘Skin Decision’ and that’s why it’s definitely a must-try for me.