Collagen Drink: Bisakah Minuman Suplemen Menjaga Kulit Tetap Glowing?

“Anda adalah apa yang Anda makan”.

Pernah dengar slogan yang satu itu? Kalo Teman DRYD rutin nyari referensi kesehatan pasti sering banget kan, nemu kalimat kaya gitu? Jargon itu emang ada benernya. Kita mengonsumsi sesuatu yang kemudian imbasnya (baik positif maupun negatif) bisa terlihat dari penampilan luar. Kalo makannya berantakan dan sembarangan, kulit dan tubuh secara umum pasti keliatan kusam dan ga seger. Sebaliknya, kalo asupan makan sehari-hari yang kita konsumsi terjaga dengan benar, pasti kita akan tampak lebih glowing dan sehat. Dengan asumsi seperti ini, kita juga pasti dengan mudah mengartikan bahwa kalau kita meminum collagen drink, hasilnya kulit bakal lebih kenyal, elastis, dan awet muda. Iya kan? Tapi pada kenyataannya ga sesederhana itu kok.

“Lah, kan you are what you eat, Dok. Ya itu juga harusnya berlaku untuk suplemen yang satu itu.”

Iyaaa. Minuman kolagen emang lagi ngehype banget belakangan ini. Influencer-influencer di Instagram ato YouTube banyak banget yang promoin produk-produk macam begini. Ga ada salahnya sih, mau nyobain. Tapi pernah ga kepikiran satu pertanyaan simpel: Emang bisa gitu dengan minum sesuatu doang kulit bakal awet muda? Kalo emang produk seperti itu ada, kenapa baru sekaran-sekarang ini keblow-up?

Sebelum ke sana, kita kenalan dulu yuk sama zat yang jadi nilai jual produk yang dimaksud.

What Is Collagen?

Apa itu kolagen? Teman DRYD jangan sering suka ngucapin satu nama bahan tanpa tahu apa sebenarnya bahan itu ya. Yang namanya kolagen itu adalah jenis protein yang tersusun dari berbagai macam asam amino yang fungsinya adalah menjaga keutuhan struktural jaringan tubuh dan tulang. Kolagen juga adalah protein yang memberi kulit kekenyalan khas serta merangsang pembentukan hyaluronic acid. Di dalam tubuh sendiri ada beberapa tipe kolagen tergantung lokasinya, ada yang di tulang, di otot, rambut, dan kulit. Tipe kolagen tertentu berfungsi menjaga kulit tetap elastis tapi kita cenderung kehilangan 1.5% dari total simpanan kolagen alami setelah usia 25 tahun. Ada banyak faktor yang menyebabkan penurunan ini di antaranya adalah proses penuaan, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, konsumsi gula terlalu banyak, dan konsumsi makanan yang diproses secara tidak sehat.

Nah, karena fungsinya yang berkaitan erat dengan menjaga stabilitas kulit inilah makanya sekarang muncul tren kecantikan baru dalam bentuk minuman kolagen. Prinsipnya sederhana; itu tadi, Anda adalah apa yang Anda konsumsi. Jadi singkat kata, jika kita minum kolagen, persediaan kolagen badan akan bertambah dan kulit akan tetap elastis dan awet muda. Sederhana kan? Tapi logikanya ga berhenti sampe di sana aja. Berapa banyak kolagen yang harus dikonsumsi supaya efeknya bisa terlihat? Worth it ga sih, kalo kita menyertakan kolagen dalam pola diet kita dari segi budget? Ada ga sih bukti ilmiah yang memperlihatkan dengan gamblang kalo suplemen kaya gini tuh beneran efektif?

Emang Gimana sih Cara Kerja Minuman Kolagen?

Kita mulai dengan yang paling dasar. Gimana kolagen bisa bekerja lewat minuman yang kita konsumsi? Merk-merk yang ada di pasaran biasanya menyertakan kolagen dalam bentuk peptida yang terhidrolisasi. Tujuannya adalah supaya begitu dikonsumsi, molekulnya bisa dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang gampang diserap usus. Setelah diserap, zat kolagen dari minuman itu akan masuk ke dalam pembuluh darah yang kemudian disebar ke seluruh badan. Peptida kolagen ini sampai ke kulit dan bisa bertahan dalam lapisan kulit selama 2 minggu. Hasil uji laboratorium menunjukkan kalo peptida kolagen dalam produk suplemen dapat memperbaiki hidrasi kulit dan mengurangi kerutan. Nah ini baru hasil uji dalam lab loh, ya. Karena pada kenyataannya, di luar konteks uji ilmiah, keefektifan minuman kolagen masih jadi sumber perdebatan.

Argumen yang digunakan untuk menampik efektivitas minuman kolagen adalah proses penyerapan yang diutarakan tadi. Kolagen utuh yang masuk ke dalam perut akan dipecah menjadi asam amino. Ada yang berpendapat kalo kolagen yang dikonsumsi ga bakal mungkin selamat dan tetap utuh setelah melewati proses pencernaan untuk didistribusikan ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah. Kalopun ada elemen yang berhasil sampe ke kulit, persentasenya akan sangat kecil, terlalu kecil untuk bisa memberikan perubahan atau perbaikan berarti. Nah, ini untuk kasus konsumsi kolagen utuh. Apalagi kalo yang diminum adalah kolagen dalam bentuk peptida, semestinya sih begitu sampai dalam usus udah ga utuh lagi untuk diproses badan.

Manfaat Mengonsumsi Suplemen Kolagen

Jadi ga guna dong udah cape-cape minum rutin tapi ga ada hasil?

Bukan ga ada. Investigasi ilmiah masih terus berjalan untuk nyari tau efektivitas minuman collagen dalam menjaga kesehatan kulit. Beberapa orang yang rutin mengonsumsi juga ngerasain efek positif setelahnya.

Pertama, tetap ada yang ngerasa kalo kesehatan kulitnya membaik. Ada sebuah studi yang mengamati individu-individu yang rutin selama 8 minggu mengonsumsi suplemen kolagen sebanyak 2.5-5 gram. Hasilnya kulit mereka jadi ga terlalu kering dan ada juga peningkatan signifikan dalam hal elastisitas kulit. Studi lain menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi minuman yang dicampur dengan suplemen kolage selama 12 minggu akan memperbaiki hidrasi kulit dan penipisan kerutan.

Kedua, nyeri sendi berkurang. Kolagen juga berfungsi menjaga keutuhan jaringan tulang rawan yang banyak ditemukan di area persendian badan. Jaringan tulang rawan ini berkurang kinerjanya seiring dengan penuruan produksi alami kolagen dalam tubuh. Akibatnya persendian akan sering terasa sakit dan kaku. Meminum suplemen kolagen bisa membantu mengatasi keluhan ini. Teorinya, kolagen yang dikonsumsi akan menumpuk di jaringan tulang rawan dan merangsang produksi kolagen dalam tubuh.

Ketiga, mencegah pengeroposan tulang. Fun fact: tulang-tulang kita tersusun mayoritas dari kolagen. Ketika produksi kolagen menurun drastis, massa tulang pun anjlok yang kemudian menyebabkan osteoporosis. Apa risikonya? Tulang jadi rapuh dan gampang patah.

Keempat, konsumsi suplemen kolage bisa berdampak positif untuk meningkatkan massa otot. Sepuluh persen dari total massa otot tersusun dari kolagen. Konsumsi kolagen dapat merangsang sintesis protein otot seperti kreatin.

Kelima, konsumsi collagen drink yang bagus dikatakan dapat meningkatkan kesehatan jantung. Pembuluh darah arteri, yaitu pembuluh darah yang menyalurakan darah dari jantung ke seluruh tubuh juga tersusun antara lain oleh kolagen. Kekurangan kolagen akan menyebabkan pembuluh ini lemah dan rapuh. Kondisi ini akan berisiko menyebabkan atherosclerosis, keadaan medis yang ditandai dengan penipisan arteri dan berpotensi menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Keenam, ada beberapa efek positif lain yang ditimbulkan dari konsumsi kolagen. Suplemen kolagen dikatakan bisa mencegah kerapuhan kuku dan rambut, memperbaiki beberapa keluhan perut seperti leaky gut syndrome, membantu meningkatkan mood dan mengurangi gejala kecemasan, dan mempercepat proses metabolisme sehingga membantu menurunkan berat badan.

Nah, Teman DRYD, yang perlu diingat di sini adalah semua manfaat konsumsi minuman kolagen ini tuh cuma berdasar laporan subjektif aja ya. Semua berdasar pada cerita orang yang mengonsumsi, studi ilmiah terbatas, dan investigasi yang belum terlalu intensif. Masih diperlukan uji coba dan penelitan ekstensif buat bisa mengambil kesimpulan umum tentang efektivitas minuman kolagen.

Efek Samping

Sejauh ini dan secara umum, ga ada ya, efek samping yang membahayakan kesehatan dari mengonsumsi beauty drink. Tapi, beberapa produk mungkin menyertakan kolagen yang diturunkan dari bahan-bahan penyebab alergi seperti ikan, kerang, dan telur. Orang yang alergi dengan bahan-bahan seperti itu sebaiknya menghindari konsumsi produk terkait. Beberapa orang juga melaporkan rasa ga enak di mulut mereka setelah mengonsumsi suplemen kolagen sementara beberapa yang lain melaporkan rasa penuh dalam perut dan nyeri di ulu hati.

Tapi laporan-laporan ini semua masih berdasarkan pada beberapa kasus aja ya. Suplemen kolagen relatif aman dikonsumsi sesuai dosis dan anjuran.

Alternatif yang Lebih “Safe

Safe” di sini ga otomatis saya mengklaim kalo suplemen kolagen itu ga aman dikonsumsi ya, sampe harus nyari penggantinya. Seperti yang udah disampein tadi, uji ilmiah terhadap efektivitas suplemen kolagen masih bergulir dan butuh waktu sebelum para ahli bisa sampai pada satu kesimpulan pasti. Tapi kalo tetap masih mau minum collagen drink terbaik ya monggo aja sih. Asalkan ga berlebihan yaaa. Sesuai anjuran aja. Siapa tau emang ada efek baiknya kan?

Tapi ada kok cara lain yang bisa dipakai untuk meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh.

Pertama, dengan cara menggunakan retinoid. Retinoid diturunkan dari vitamin A dan sejauh ini masih merupakan satu-satunya zat topikal yang ampuh mencegah penuaan dini. Retinoid bisa memudarkan kerutan kulit, memperlambat penguraian kolagen, dan mencerahkan pigmentasi dan bintik-bintik pada wajah.

Kedua, dengan vitamin C. Vitamin C juga dibutuhkan dalam sintesis kolagen dalam tubuh. Vitamin C juga bersifat antioksidan, mencerahkan kulit, dan antiradang. Gunakan vitamin C dengan konsentrasi tidak lebih dari 20% karena kandungan konsentrasi yang lebih tinggi justru malah akan mengiritasi kulit.

Ketiga, dengan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung kolagen alami. Diet yang seimbang dan mengandung cukup protein (nabati atau hewani) bisa meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh. Ditambah sayur dan buah yang mengandung vitamin C, kebutuhan kita akan kolagen akan segera terpenuhi dengan alami. Coba tambahkan juga dalam pola makan kita elemen kaldu dari tulang, entah dari tulang ayam, tulang sapi, atau tulang ikan. Makanan berbasis kaldu tulang biasanya berefek menyembuhkan tubuh dan tinggi kandungan kolagen, gelatin, dan asam amino—kesemuanya berfungsi positif untuk kesehatan usus.

Makanan Apa Aja Yang Kaya akan Kolagen?

Ikan sejak lama dikenal sebagai sumber asam amino, yang pada akhirnya digunakan tubuh untuk memproduksi kolagen. Dianjurkan menyantap ikan sekaligus dengan kulitnya untuk hasil yang maksimal.

Sayuran dan buah, seperti yang tadi udah disinggung, tinggi kandungan vitamin C-nya. Coba tambahkan lemon, paprika (merah dan hijau), serta tomat dalam menu sehari-hari. Tomat sendiri juga tinggi likopen, antioksidan yang dapat menanggulangi kerusakan pada kulit setelah terpapar matahari.

Kaldu tulang juga tadi sempat disinggung ya. Buatlah menu olahan berbahan dasar tulang, seperti sup misalnya.

Buah beri. Buah-buahan di keluarga berries termasuk stroberi, blackberry, blueberry, dan raspberry. Kesemuanya tinggi kandungan vitamin C.

Daging merah kaya akan zinc, yang juga salah satu elemen penting untuk pembentukan kolagen. Di dalam daging juga terkandung hidriprolin, prolin, dan glusin—3 asam amino esensial yang menyusun kolagen.

Tiram mengandung tembaga, unsur lain yang menyusun kolagen.

Final Words

Ga dilarang kok, minum minuman kolagen. Selagi ada budget khusus buat menyertakan suplemen yang satu ini dalam pola diet sehari-hari, kenapa engga kan? Toh juga ga ada efek buruknya. Toh juga masih tetap ada hal baik yang bisa diharapkan.

Tapiii, buat yang masih meragukan efektivitas suplemen seperti ini karena masih kurang didukung dengan data ilmiah dan endorse resmi dari dunia kedokteran, ya gapapa juga. Gimana enaknya aja, senyamannya. Toh juga masih ada alternatif lain yang bisa diandalkan.

Yang penting itu kulit sehat dan hati senang.

Leave a comment