Duh, Ada Flek di Muka… Gimana Dong Ini?

Itu kali ya, jeritan hati Teman-Teman DRYD pas ngaca dan liat di muka ada bercak kecoklatan. Emang bikin histeris ga keruan. Dicuci berkali-kali ga ilang. Pake krim-krim yang dijual di luar sana, ga ada efeknya. Pake makeup baru deh, rada ilang. Tapi masa iya, kudu pake makeup terus? Bikin kepikiran kan? Flek emang bikin resah. Wajah jadi ga keliatan mulus bening kayak bayi. Tapi Teman-Teman tau ga sih? Flek itu gejala normal badaniah? Emang bisa sih, dicegah dan ditanggulangi; tapi, di kebanyakan kasus, flek gelap di wajah itu sangat amat sulit hilang. Kenapa? Nah, mending kita bahas dari dasar dulu deh, ya, biar paham seluk-beluknya.

Flek Sama Freckles Bedakah?

Flek itu sebetulnya bagian dari apa yang disebut dengan hiperpigmentasi kulit. Buat yang ga tau, hiperpigmentasi kulit adalah keadaan yang tampak di bagian tertentu pada permukaan kulit yang menggelap dikarenakan produksi melanin yang over. Sementara itu, melanin artinya adalah pigmen natural yang diproduksi oleh sel-sel khusus bernama melanosit, yang pada akhirnya memberi warna pada kulit. Semakin banyak melanin yang diproduksi, semakin gelap warna kulit. Flek biasanya muncul bisa di wajah, di tangan, atau di leher. Banyak faktor yang mempengaruhi kemunculan flek tapi yang umum adalah hormon, gen, dan exposure terhadap sinar matahari. Flek kulit adalah kondisi kulit yang sering dialami oleh perempuan-perempuan Latin, Afrika, Mediterania, dan juga Asia. Orang-orang Kaukasoid juga punya melanin, loh; cuma jumlahnya jauh lebih sedikit. Tau freckles, kan? Itu loh, bintik-bintik merah di kulit orang bule. Nah, itu juga bentuk hiperpigmentasi. Jadi yang ada di kulit saya ini flek apa freckles ya, Dok? Yok, kita liat satu-satu.

Kenalan Sama Hiperpigmentasi, Yuk!

Jadi hiperpigmentasi kulit itu ada 3 macamnya.

Ada yang namanya Melasma. Biasanya muncul di tubuh ibu-ibu hamil, perempuang yang sedang mengonsumsi pil kontrasepsi, atau individu yang lagi terapi hormon. Dalam kondisi-kondisi begini, biasanya hormon-hormon estrogen dan progesteron sedang fluktuatif dan ini memicu aktivasi sel-sel melanosit yang lebih hiperaktif. Melasma biasanya banyak ditemukan di area dahi, bibir, hidung, dan pipi.

Ada yang namanya freckles itu tadi. Bahasa medis-nya adalah lentigo. Freckles ini muncul akibat paparan sinar matahari pada melanin berkonsentrasi tinggi di kulit. Kondisi ini banyak ditemukan pada mereka-mereka yang berkulit putih biasanya.

Nah, kalo flek itu isitilah lainnya adalah solar lentigo, biasa juga disebut age spot atau liver spot. Hiperpigmentasi tipe ini biasanya sangat dipengaruhi oleh penuaan. Kulit yang mengalami penuaan akan mengalami kesulitan untuk me­-manage kerusakan yang disebabkan terpapar sinar matahari dan me-maintain strukturnya. Umumnya, kondisi ini muncul di kulit perempuan yang berumur 40 tahun ke atas.

Ada lagi nih, yang namanya post inflammatory hyperpigmentation atau hiperpigmentasi yang muncul setelah peradangan. Inflamasi atau radang bisa mempengaruhi lapisan dermal atau epidermal yang terkena trauma dan setelah inflamasinya sembuh, melanin yang terakumulasi di titik-titik trauma tadi tidak ikut hilang. Faktor penyebabnya termasuk reaksi alergi, infeksi, luka, dermatitis, dan juga jerawat.

Apa hikmahnya mengetahui beda-beda hiperpigmentasi ini? Pertama dan yang terutama adalah bahwa kondisi ini disebabkan oleh 3 faktor utama: 1) sinar matahari, 2) usia, 3) hormon. Dengan memahami ini, Teman-Teman bisa menelusuri cara menghilangkan flek hitam di wajah dengan lebih baik.

Kadang saya suka senyum-senyum sendiri kalo ada pasien yang datang dengan panik minta dihilangkan flek di wajahnya. Katanya minta supaya bercak yang mengganggu itu hilang-lang-lang. Musnah dari mukanya dan dari muka bumi. Ga sesimpel itu, buk­­ibuuuk. Kan tadi udah dibilang, flek itu urusannya soal sinar matahari, umur, sama hormon. Okelah, kita bisa pake segala perlindungan dari sinar mentari yang terik menghangatkan jiwa raga. Okelah kita bisa pake topi, sweater, jaket, kaos tebel, payung, sepatu buts tinggi selutut, sun block, sun screen, face shield, ato sekalian ga keluar rumah seharian. Lah, kalo soal umur? Kalo soal hormon? Gimana caranyaaa?

Flek yang bikin resah

Saya mau bilang satu hal dan ini mungkin akan kedengeran jahat banget. Kalo udah kena flek, susaaah ngilanginnya. Kalopun ilang, begitu berenti treatment, pasti deh, nanti muncul lagi di area yang sama lagi. Inti omongan saya adalah daripada membebani pikiran dengan soal ini, lebih baik di-manage. Pahami penyebab flek dengan baik dan berangkat dari sana aja deh. Ga usah panik; it isn’t the end of the world, kok.

Soalnya, kalo udah panik, kita ga bisa mikir dengan tenang. Akhirnya apa? Semua yang ada di muka bakal dianggap flek. Ada dulu itu, ngeluh soal noda hitam di wajah dengan paniknya. Padahal apa coba? Skintag. Cari tahu dulu yang bener ciri ciri skin tag itu kayak apa. Bedanya apa sama flek. Baru deh, kita cari dan ngomongin treatment dengan lebih jauh. Maaf nih, jadi ngomel. Abisnya suka gemes aja gitu, pengen bilang “Aduh sayaaang, ini mah gampaaang.”

Jadi tenang, ya. Tarik napas dulu dalemdalem. Noda-noda di wajah emang mengganggu penampilan. Tapi, sekali lagi ya, Teman-Teman, itu bukan akhir dari semuanya. Kuncinya cuma sabar, tekun, dan—yang paling penting—mencegah.

Siapa Aja Nih, yang Berisiko?

Pada dasarnya, karena hiperpigmentasi itu adalah respons alami badan terhadap lingkungan, semua orang, ga pilih umur, jenis kulit, atau jenis kelamin, bisa mengalami flek. Cumaaa, emang ada beberapa penyebab flek hitam di wajah yang membuat seseorang memiliki risiko lebih tinggi.

Sering terekspos sinar matahari itu jelas; tapi harus dalam durasi yang lama apalagi kalo setelahnya ga ada tindakan penyegaran kembali. Kulit ga punya cukup waktu dan cara buat membereskan semua kekacauan setelah ditembus sinar UV.

Kulit yang berwarna terang. Ati­ati nih, yang kulitnya seputih porselen ya; sel-sel melanositnya lebih rentan hiperaktif.

Kulit terang rentan flek

Faktor genetis juga jadi pertimbangan. Kalo ada di silsilah keluarga yang pernah punya kasus flek, kemungkinan flek muncul akan tinggi juga.

Meskipun terpampang nyata di permukaan kulit, flek biasanya dateng ga pake permisi. Ga ada gejalanya, gitu. Kecuali mungkin yang kulitnya kena radang kali ya. Tapi rasa nyeri dari peradangan sama sekali bukan indikasi hiperpigmentasi. Pembengkakan juga bukan gejala langsung dari flek. Pokoknya mah, datang tak diundang, tapi ga pergi-pergi aja. Flek tidak selalu hitam warnanya. Bisa kemerahan, bisa kecoklatan. Yang jelas, warnanya pasti lebih gelap daripada area di sekitarnya. Bentuknya kayak noda atau bercak, ga beraturan. Ukurannya bervariasi tapi setidaknya sekitar 1 milimeter. Flek tidak menonjol, jadi lempeng aja gitu, nyebar di kulit. Flek yang muncul di kulit anak-anak biasanya hilang begitu usianya bertambah. Di beberapa orang, flek bisa muncul ketika terpapar matahari dan lalu hilang begitu tidak lagi terkena sinar matahari.

Tuh bisa, Dok. Katanya ga bisa.

Eits, saya ga bilang ga bisa loh, ya. Pertama, itu contoh kasus flek yang muncul pada anak-anak. Kedua, itu contoh kasus pada individu tertentu. Ketiga, kalo emang bisa ilang tapi kita kerjanya keluar rumah ga pake pelindung—ato salah pilih pelindung—apa iya bakal ilang? Fokus diskusi kali ini adalah pada individu-individu yang berusia di atas 40 tahun ke atas, yaitu mereka-mereka yang memang kulitnya sudah mulai menurun kemampuan regenerasinya, mereka-mereka yang mengalami penuaan dini, juga mereka-mereka yang keseimbangan hormonalnya berada dalam risiko.

Kalo emang kulitnya sehat dan mampu menghilangkan kondisi ini dengan baik, ya bagus dong. Keep up the good work! Jaga kesehatan kulit, hidrasi maksimal, gunakan produk yang tepat. Nah, kalo buat yang sebaliknya gimana? Again, tenang. This isn’t the end of it all.

Lemon adalah salah satu bahan yang sering dipakai mengatasi flek

Flek di Usia 40

Flek biasanya ga berbahaya untuk kesehatan. Seperti yang dibahas di atas, ada yang datang terus pergi, ada yang datang, ga pergi-pergi. Ga sampe membahayakan jiwa kok, cuma bikin gundah gulana aja. Dan itu ga salah loh yaaa. Ngerasa keganggu karena flek merusak penampilan itu manusiawi kok. Makanya cuma perlu memahami penyebab flek hitam di wajah dan cara menghilangkannya, rajin, dan sabar. Khusus untuk perempuan-perempuan berusian 40 tahun ke atas, kontinuitas perawatan adalah hal yang mutlak untuk ditanamkan pada diri sendiri. Konsistensi dalam mengaplikasikan krim, misalnya, akan menentukan hasil akhir yang diinginkan. Diinget ya, flek pada usia lanjut itu sangat amat sulit sekali hilang. Pada banyak kasus, hasil paling maksimal cuma membuat nodanya pudar hampir sewarna dengan warna kulit sekitarnya. Kalopun akhirnya hilang, begitu treatment dihentikan, kemunculannya bisa dipastikan akan datang, cepat atau lambat. Jadiii, simpen baik-baik nih, dua kata kunci ini: KONTINUITAS dan KONSISTENSI. Oh iya, jangan panik juga. Jangan nangis mengharu-biru begitu liat ada flek di muka pas ngaca abis bangun tidur. Ini cuma ujian yang pada akhirnya akan menguji tingkat kesabaran kita sebagai insan di dunia dalam menanti hasil akhir yang baik dan memuaskan. Apasi….  Gitu dah pokonya mah….

Jadi Ga Usah ke Dokter, Dok?

Ke dokter juga gapapa. Sinihsinih ke klinik aja, hehehe. Dokter atau pakar kecantikan pasti paham apa yang dikeluhkan pasien dan bagaimana menanggulangi noda yang membandel di wajah. Tapiii, kalo si flek mulai menunjukkan ketidaknormalan, harus ada konsultasi lebih lanjut untuk mengetahui tindakan apa yang pantas untuk diaplikasikan. Ketidaknormalan macam apa sih, yang bikin si flek ini harus dikhawatirkan?

Pertama, perhatikan teksturnya. Inget ya, Teman-Teman, yang namanya flek itu ga punya dimensi. Dia cuma nemplok aja gitu, datar di permukaan kulit. Tapi kalo udah menonjol atau membengkak, yuk kita periksakan.

Kedua, selain berubah menonjol, perhatikan apakah permukaan flek bergelombang atau tidak rata teksturnya. Kalo udah kayak gini, udah bukan flek lagi namanya. Yuk, dicek.

Ketiga, liat ukurannya. Secara umum, flek punya garis batas yang memisahkannya dari area sekitar. Nah, kalo fleknya berkembang dan membesar, mungkin waktunya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Keempat. Coba liat warnanya. Kalo semakin menggelap, kemungkinannya bisa jadi karena paparan sinar matahari sudah sangat merusak atau mungkin ada gejala lain. Sekalipun memudar, tapi kalo ada tekstur atau membengkak atau meluas, tetap harus diwaspadai ya.

Kelima, apakah terasa nyeri? Ingat-ingat apakah rasa nyeri ditimbulkan dari benturan pada lokasi flek atau muncul begitu saja? Rasa nyeri adalah indikasi trauma, inflamasi, atau infeksi. Minta bantuan dokter untuk memastikan semua baik-baik saja.

Kudu Digimanain, Dok?

Walopun bukan hal yang mengancam jiwa, pasti dong keberadaan flek menjadi sumber gangguan yang menurunkan rasa percaya diri. Makanya pada banyak yang milih treatment untuk secara fokus menarget noda pada wajah. Pilihan perawatan wajah untuk menghilangkan flek hitam itu bervariasi, mulai dari yang sederhana sampe yang rumit.

  1. Sunscreen (Tabir surya)

Ini yang paling simpel: Jangan pernah keluar dari rumah tanpa mengaplikasikan tabir surya terlebih dahulu. Fungsinya persis seperti namanya, sunscreen bekerja memfilter spektrum sinar matahari yang berbahaya untuk jaringan kulit. Pilih produk yang SPF-nya minimal 50. Kenapa 50? SPF itu adalah indikator berapa lama produk tabir surya melekat di kulit wajah. Nah, SPF 50 menandakan bahwa produk yang dipakai bisa bertahan hingga 4-6 jam setelah di-apply ke wajah. Kalo SPF 30 juga bagus, tapi bertahannya lebih sebentar dan kita harus pake lagi buat dapetin efek tabir surya-nya. Seringnya kita pake sunscreen sekali doang di pagi hari dan berpikir produknya bisa efektif dalam jangka waktu lama. SPF 30 itu bertahan antara 2-4 jam. Kebayang kan, repotnya bakal kaya apa harus pake sunscreen lagi? Dengan jangka waktu proteksi yang lebih panjang, SPF 50 bisa menunda keharusan untuk aplikasi ulang. Jadi, pagi pake SPF 50. Setelah itu, gapapa pake SPF 30. Tergantung kebutuhan juga sih. Kalo aktivitas outdoor-nya intens, mending pake SPF 50 sekalian.

Pake sunblock juga boleh. Cuma sunblock teksturnya lebih tebal jadi agak kurang pas dipake di wajah, lebih cocok dipakaikan ke area selain wajah.

  1. Krim pencerah

Ada banyak merek pencerah di luaran sana; sebaiknya pilih yang mengandung hydroquinone yang bisa membantu mengurangi produksi melanin. Tapiii, ada baiknya datang ke dokter langsung. Jadi kita bisa konsultasi dan si dokter bisa ngasi resep yang pas untuk tipe kulit kita.

  1. Krim retinoid

Di dalam krim retinoid terdapat tretinoin topikal, yaitu senyawa vitamin A yang bisa mencerahkan kulit.

  1. Laser therapy

Terapi laser menggunakan sinar dengan intensitas dan gelombang tertentu yang dipaparkan langsung pada area bernoda. Cara ini efektif mencerahkan kulit relatif tanpa efek samping yang signifikan.

Terapi laser sebagai pilihan

  1. Cryosurgery

Prosedur ini dilakukan dengan mengaplikasikan nitrogen cair yang bersuhu rendah pada bagian kulit bernoda. Sel kulit yang bermasalah akan dihancurkan dengan cara ini. Tidak semua jenis flek bisa diatasi dengan cryosurgery meskipun periode recovery-nya terbilang singkat.

  1. Chemical peeling

Cairan kimia seperti asam trikoloasetat atau asam alfahidroksi akan diaplikasikan pada area kulit bermasalah dengan tujuan untuk mengangkat sel-sel kulit di area tersebut.

Pilih jenis treatment yang sesuai dengan jenis kulit, tingkat sensitivitas kulit, kondisi fleknya sendiri, dan tentu saja budget yang disediakan, ya. Kalo ternyata kulit kita terlalu sensitif, pilihan tipe perawatan yang terlalu harsh pastinya bakal bikin kulit normal di sekitar flek keganggu dan akhirnya kita perlu perawatan lain buat me-manage bagian kulit itu lagi. Peer banget kan, jadinya.

Catatan Tambahan

Sekian ya, pembahasan kali ini. Flek itu ga mesti dihadapi dengan gusar. Tindakan pencegahan kudu banget dilakukan supaya ga nimbulin masalah di kemudian hari. Gimana caranya, kalo bisa nih, ga usah deh aktivitas di luar ruangan dari jam 10 pagi sampe jam 4 sore. Paparan sinar matahari dan faktor turunan bisa jadi kombinasi buruk loh, yang akhirnya nyebabin flek. Tapi kalo emang harus, pastiin deh selalu pake sunscreen. Pakaian juga kudu bener. Jangan pas panas terik malah pake kaos tipis sama celana pendek. Adem emang, tapi inget risiko ya.

Terus, ga bosenbosen saya ulang: KONTINUITAS dan KONSISTENSI. Semua hal, sebaik apapun, ga bakal ngasi hasil positif kalo kita menjaga kesinambungan dan regularitas. Pake krimnya terus sesuai dosis dan instruksi. Jaga diri. Hati-hati sama matahari.

2 thoughts on “Duh, Ada Flek di Muka… Gimana Dong Ini?

  1. Pingback: Bumil dan Busui Skincare-an? Emang Ga Bahaya, Gitu? | Yusri Dinuth

  2. Pingback: Delivering Happiness through Skincare | Yusri Dinuth

Leave a comment