Gerakan Tutup Mulut pada balita memang cukup membuat pusing banyak mom and dad. Dunia terkesan runtuh saat anak jadi susah makan, belum lagi ditambah dengan judging mulut tetangga atau bahkan mertua yang selalu menuduh bahwa orangtua nya gak pinter kasih makan dan merawat anak, sungguh terluka L
Dari yang mulanya hanya menutup mulut saat diberi makanan sampai menyemburkan makanan atau melepehkan makanan kembali. Keresahan dan drama berikutnya saat akhirnya berat badan nya stuck gak naik-naik makin panic saat tau semua dokter dan warga Instagram mengcampaign PENTINGNYA ASUPAN NUTRISI SEIMBANG DI SETIAP USIA PERKEMBANGAN ANAK. Mom pasti mulai perang batin “gimana mau seimbang dok ini buka mulut aja ga mau”
Okeh Tarik nafas dalam hembuskan, mari kita mulai bedah kenapa sih anak bias GTM?
Banyak banget yang bias jadi penyebab GTM bisa karna bosan, lagi sakit, gak laper, trauma (bisa terhadap makanan tertentu atau proses makan itu sendiri) ujung-ujungnya nih karna panic dan bingung akhirnya orangyua nyerah dan pasrah kasih makanan apa ajay¥ yang anak mau, yang penting dia makanan seringnya hanya sncak, atau macem-macem jajanan biscuit yang dia mau atau bahkan hanya junkfood dan mie instant. Atau ahinya keliling kompleks 7 kali kayak orang lagi keliling kabah sambal nyanyi dan nyuapin plus masuklah itu segala macam polusi udara , apakabar yang dijakarta yang udaranta udah butek ya? Ups hahaha maaf ya warga Jakarta, kapan pindah jogja?eh maap.
Gini, menurut penelitian (multisenter iDAI) yang tersering bikin GTM adalah perilaku makan yang tidak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia, biasanya terjadi saat fase sapih atau saat mulai MPASI. Saat pemberian makan harusnya lebih diperhatikan ketepatan waktu pemberian, kuantitas dan ,kualitas makanan. Selain itu kebersihan penyiapan dan penyajian maknaan juga jadi point yang gak kalah penting untuk diperhatikan, sehingga tekstur yang tepat sesuai perkembangan usia juga termasuk dalam proses tersebut.
Intinya adalah dengan melatih perilaku makan yang benar (feeding rules) maka besar kemungkinan kita bisa memperkecil potensi mogok makan sibocah J
Berikut rangkuman rules IDAI yang bisa diterapkan ya mom
Dos
- Atur jadwal makanan utama dan selingan swcara teratur, tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil diantaranya. Susu dapat diberikan 2-3 kali sehari (500-600ml/hari)
- Batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit
Point ini pasti susah banget, intinya kita yang disipllin kalua sudah 30 menit ya di offkan istirahat nanti dicoba lagi bebebrapa jam setelah nya kalua anak tampak mulai bosen atau cari makan lagi, karna kalau dibayarkan sambal main maka dia akan terbiasa untuk makan santai dan biasanya tidak habis karna distraksi dengan aktivitas lainya
- Ciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan. Biasakan makan bersama keluarga di meja makan, jika tidak memungkinkan makan bersama usahakan anak dilatih utnuk makan tetap di meja makan (untuk yang sudah 24 bulan ke atas) kalau yang di bawah 24 bulan paling tidak mom atau yang menyuapi ikut makan biar dia melihat da merasakan bahwa activity makan adalah sebuah hal yang menyenagkan dan dinanti
- Dorong anak untuk makan sendiri (untuk yang sudah bisa makan sendiri) bila menunjukkan tanda tidak mau makan (menutup muluty, memalingkan kepala, memnagis) tawarkan kembali makanan tanpa memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak maumakan akhiri proses makan, latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri
Donts
- Jangan memaksa makan bahkan sampai memarahi
- Jangan membiasakan makan sambal melakukan aktivitas lain seperti bermain, menonton televise, berjalan-jalan atau naik sepeda
- Jangan memberikan minuman lain selain air putih diantara waktu makan
- Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah
salam, dr. y