Diet Gagal Mulu? Yuk, Cari Tau Kenapa

Haaalo,

Yang lagi diet, gimana nih? Lancar-lancar aja ga? Diet mah kuncinya yang sabar aja. Komitmen sama target dan proses kudu banget dijaga. Nah, buat yang dietnya relatif ga nemuin banyak kendala dan hambatan berarti, selamat yaaa. Dijaga terus pola hidup sehatnya. Diatur asupan gizi dan jangan mengabaikan keseimbangan nutrisi demi mengejar target angka timbangan yang lebih kecil.

Ada beberapa orang yang tubuhnya merespon dengan baik perubahan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat. Yang kaya gini biasanya bakal menikmati hasil yang datang dengan relatif lebih cepat dan lebih cepat juga merasakan perubahan. Taaapi, ada juga beberapa orang yang terkendala.

Orang-orang yang kaya gini biasanya akan lebih “menderita” dalam menjalani proses diet dan cenderung lebih mudah “kalah” terus berhenti. Instead of mendapatkan perubahan yang signifikan dalam hidup, mereka justru mengalami regresi dan bahkan mungkin bisa jadi hidupnya lebih buruk lagi dibanding periode sebelum mencoba berdiet.

Pernah ngalamin kaya gini? Kesandung dikit, langsung aja deh bubar program dietnya. Ga salah kok itu. Ini zona aman loh ya; kita ga lagi ngejudge siapa-siapa. Kegagalan itu manusiawi; siapapun pasti pernah terjegal kegagalan. Orang-orang yang berhasil menjalankan program diet mereka juga mungkin megalami kegagalan berkali-kali sebelum akhirnya bisa menikmati buah hasil perjuangan mereka—kita ga pernah tau looo, proses orang itu gimana; yang kita tau cuma tubuhnya bagus dan kulitnya bersih. Itu juga manusiawi. Sebagai manusia, kita cenderung lebih mudah mempersepsi apa yang tepat ada di depan mata kita ketimbang mencoba mengulik apa yang ada di belakangnya. Si A keliatan sukses dietnya; badannya bagus, hidupnya sehat. Tapi mungkin di balik apa yang kita lihat, si A ini mungkin harus menjalani proses berdarah-darah penuh air mata.

Buat yang selalu dan sering gagal berdiet, jangan putus asa. Balik lagi, diet itu kuncinya cuma satu: Niat dan komitmen. Yang lain-lain mah ngikut. Asal kita punya kedua hal itu tadi, kita udah punya modal buat sukses memangkas berat badan berlebih.

Taaapi, niat sama komitmen aja tentunya belum memadai, harus juga didukung faktor-faktor spesifik lain. Apa aja sih? Yuk, kita kulik.

  1. Niat dan intensitas niat

Kita udah punya niat buat menjalani program diet, itu udah ada poin nilainya. Tapi ga berenti sampe di situ. Niatnya juga harus mengandung intensitas. Artinya, niat kita itu kudu banget kuat dan keras kaya batu. Niat yang letoy berarti kita nanti bakal gampang banget patah semangat, teralihkan, dan ujung-ujungnya ya kecewa sama diri sendiri. Apa yang menentukan intensitas niatan yang kita punya? Tentunya background; alasan kenapa kita kepikiran buat berdiet. Kalo disertai alasan medis misalnya, pasti niatan kita juga semakin keras. Contoh ni ya; katakanlah kita punya tendensi resistensi terhadap insulin. Mau ga mau kita kudu diet karena di titik ini, pilihannya cuma dua: terus makan ga terkendali dan membahayakan jiwa raga sendiri atau take control of everything dan mulai memperbaiki gaya hidup.

Program diet yang dijalani dengan dasar estetis semata bukannya ga efektif. Tapi dengan sense of urgency yang juga minim, program tapi bisa gampang banget dibatalkan.

Bukan berarti nih ya, kita perlu nunggu sakit dulu baru diet; ga gitu juga konsepnya. Tapi at least, dengan menyadari risiko dan ancaman kesehatan dari pola makan yang buruk seengganya kita bisa mulai merapikan segala sesuatunya.

  • Support system

Ada yang bilang kalo pola makan kita juga dipengaruhi orang-orang di sekitar kita. Habit dan kecenderungan bisa dengan mudah terbentuk dalam lingkungan yang tersusun dari individu-individu yang punya pola serupa. Jadi kalo misalnya kita dikelilingi orang-orang yang rada-rada kurang peduli sama kesehatan dan pola makan, kita akan secara ga sadar mengadopsi pola serupa dan akan sangat sulit menjadi “berbeda” di tengah-tengah kelompok yang polanya sangat bertolak-belakang dari rencana kita.

Kalo orang-orang di sekitar kita paham dan memberikan dukungan, ya bagus. Sukur-sukur mereka juga ikutan nyoba hidup sehat. Bisa sama-sama deh, diet sehat.

Nah, yang jadi masalah adalah ketika circle di sekitar kita terdiri dari orang-orang yang entah itu ga peduli sama hidup sehat atau malah bahkan mencoba meng-influence kita buat ga usah hidup sehat. Kalo kasusnya kaya gini, gapapa kok kalo kita dengan sadar memberikan batasan kepada orang-orang di sekitar atau bahkan menjauhkan diri. Bukan mau sombong atau sok sehat yaaa. Lah emang niatnya kan mau mencoba menjadi lebih sehat kok. Cara ini mungkin ekstrim ya. Tapi kalo eman udah ga ada pilihan lain, ga masalah buat dipraktikkan. Asaaal, kita ngasi tau alasannya ke orang-orang terdekat di sekitar kita. Biar ga salah paham dan malah memutus relasi baik yang dibina bertahun-tahun. Siapa tau dengan ngasi tau mereka juga sadar dan introspeksi. Trus ikutan gabung sama kita.

  • Pengelolaan overthinking

Emang overthinking itu momok paling menakutkan dalam hal psikologi manusia—terlebih lagi karena sifatnya yang ga pandang bulu dan ga peduli menyangkut persoalan apa. Dalam kaitannya dengan masalah diet, kita tuh paling sering menyibukkan diri dengan memikirkan tipe program diet yang sebaiknya dijalani. Jenis diet itu ada macam-macam kan? Nah, ketika kita mencoba mempelajari semuanya, kita tau baik-buruk masing-masing jenis dan kemudian ngide. Ngidenya gimana? Dicampurlah semuanya jadi mixed method. Padahal jenis-jenis diet itu bermunculan karena kebutuhan manusia juga berbeda-beda. Dan karena perbedaan ini, mencoba mencari tahu tentang pola diet mana yang paling benar itu adalah sesuatu yang sia-sia. Daripada memfokuskan diri pada pola diet yang terbaik, mendingan nyari jenis diet yang emang paling cocok sama preferensi kita secara pribadi setelah berkonsultasi dengan ahlinya. Kenapa? Dengan cara begini, kita bisa lebih konsisten dalam menjalankan program karena kita ga ngerasa kesiksa dan terpaksa.

  • Pencegahan terhadap Obsesi

Obsesi di sini maksudnya limpahan perhatian kita yang diberikan secara keterlaluan terhadap berat badan ideal. Gapapa, ga masalah kalo emang kita punya target berat badan ideal yang mau dicapai. Itu bisa membantu mengatur fokus kita supaya tetap bisa konsisten. Yang jadi masalah adalah ketika target itu udah berubah jadi obsesi. Inget ya, Teman DRYD; segala sesuatu yang sifatnya obsesi adalah ga baik. Ga baik buat badan, ga baik buat mental. Dalam hal berdiet, ada baiknya mempertimbangkan persoalan weight loss vs. size loss.

Ada baiknya kita menggeser fokus kita dari jumlah kilogram yang hilang dari timbangan badan ke size loss. Atau kalo emang itu terlalu teknis rasanya, the very least you should do is mempertimbangkan target yang lebih rasional. Misalnya apa? Misalnya target yang tadi terlalu muluk dan wah bisa diturunin jadi at least fungsi badan bisa berjalan maksimal dan sebagaimana adanya.

Nah, buat perempuan ni; hindari menimbang badan pada saat menstruasi. Ketika memasuki periode menstruasi, jumlah hormon estrogen dalam badan meningkat drastis. Kandungan hormon yang melonjak ini berdampak pada tubuh yang menyimpan lebih banyak air sebagai efeknya. Akibatnya, pembacaan angka timbangan jadi ga objektif karena angka yang diberikan akan lebih besar karena dominan kandungan berat air.

Kebanyakan dari kita pasti punya perasaan menang setelah selama seminggu berhasil mengendalikan diri dan menjinakkan nafsu makan. Akhirnya apa? Akhirnya kita merasa kita berhak mendapatkan “reward” dalam bentuk kelonggaran satu hari bebas makan apa aja. Pola pikir kaya gini tu ga salah. Kita emang menang dan mungkin berhak dapat imbalan. Tapi kita sering luput mempertimbangkan kenyataan bahwa kemenangan itu sifatnya baru sementara. Kita bahkan belum mengubah apa-apa karena begitu kita melonggarkan diri, berat badan bakal balik lagi balik lagi.

Seseorang yang sedang mencoba program diet sebaiknya melupakan cheat day selama 2-3 bulan pertama. Kenapa? Kejam ya? Ya emang. Orang kita juga dengan kejam ngebiarin badan ga terkontrol beratnya. Nih ya, kita udah bertahun-tahun makan dan hidup ga sehat. Periode 2-3 bulan itu ga ada artinya dibanding keteledoran kita sendiri; 2- 3 bulan itu adalah sebuah harga yang masih terlalu kecil dibandingkan jumlah waktu yang kita buang untuk merusak badan sendiri.

Asumsinya adalah, dalam 2-3 bulan pertama program diet itu, tubuh kita dilatih untuk terbiasa dengan pola asupan gizi yang baru, habit yang baru, output energi yang baru, dan pola metabolisme yang baru juga. Kalo sebentar-sebentar kita mikir kapan cheat day, ya badannya ga punya kesempatan buat ngerasain gaya hidup sehat yang kita pikir udah kita terapin.

Diet itu manfaatnya untuk jangka panjang. Dan karena itu, prosesnya juga panjang. Tapi yakin deh, begitu kita ngerasain perubahan yang signifikan, kita pasti mikir, “Kenapa ga dari dulu gue ngendaliin pola makan gue, ya…?”

Jadi apa esensinya cerita kali ini? Kenapa kita ngebahas diet di kategori artikel yang dikhususkan buat skin care?

Jadi gini. Kulit itu memancarkan apa yang ada di dalamnya, di bawahnya. Nah, kalo apa yang ada di balik kulit itu aja ga sehat, ya kali kulitnya bisa keliatan sehat…. Sebelum ngurusin perawatan kulit, kecantikan kulit, dan kesehatan kulit, pastiin dulu kesehatan secara general udahkecover dengan menyeluruh. Makan dibenerin, tidur diteraturin, air dicukupin. Abis itu, baru deh, ngomongin skin care.

Rambut Rontok? Hormonnya Udah Seimbang, Belum?

Pernah ga, Teman DRYD, suatu hari rambutnya rontok banyak banget, ngumpul di bantal pas bangun pagi? Ato mungkin pas mandi gitu, cuci rambut, trus saluran air sampe kesumbat gegara rontokan rambut? Ato ada ngga, temen yang notice gitu, pas ngeliat baju Teman-teman dipenuhi helaian rambut yang luar biasa nyuri perhatian publik? Kondisi ini emang bikin was-was sih. Saat rambut berguguran lebih cepat dari umumnya, itu berarti ada sesuatu yang terjadi dalam badan kita. Mau tau “sesuatu” itu apa?

Sebelum ke sana, mungkin kita kupas sedikit lebih dalam ya, perkara rambut rontok di luar batas normal ini.

Misteri Rambut Berguguran

Rambut rontok itu ada nama ilmiahnya, alopecia androgenik istilahnya. Kondisi ini ga cuma hinggap di perempuan; laki-laki juga bisa terkena. Bedanya, kerontokan yang terjadi pada laki-laki itu lebih berpola; jadi lebi kentara karena kebotakannya berbentuk spot-spot tertentu di area kulit kepala. Sementara di perempuan, alopecia ini terjadi secara merata di seluruh area kulit kepala; jadi penipisannya bisa dibilang lebih samar. Tapiii, di beberapa kasus, ada juga perempuan yang menderita alopecia dengan kombinasi kedua pola tadi itu.

Alopecia androgenik pada perempuan terjadi karena kerja androgen, yaitu hormon laki-laki yang pada kondisi normal ada dalam komposisi yang sangat sedikit pada tubuh perempuan. Jangan salah loh ya; sekalipun berjenis kelamin perempuan, di dalam tubuh tetap ada hormon laki-laki tapi dengan jumlah yang jauh lebih rendah ketimbang hormon perempuan.

Penyebab Kerontokan Rambut

Apa penyebabnya? Banyak. Tapi kalo emang ada kaitannya dengan komposisi hormon, alopecia jenis ini biasanya ditimbulkan oleh ovarian cysts, misalnya. Atau juga bisa karena konsumsi pil kontrasepsi yang tinggi kadar androgen, kehamilan, atau menopause.

Pada keadaan hormon yang tidak seimbang dalam tubuh perempuan, ada yang namanya hormon DHT (dihydrotestosterone), tipe hormon androgen yang berperan dalam pembentukan karakter jenis kelamin laki-laki seperti pembentukan rambut-rambut tubuh. Tapi keberadaan DHT ternyata juga bisa menyebabkan kerontokan rambut secara dini apalagi jika jumlahnya terlalu banyak di dalam tubuh. Jadi hormon ini yang jadi biang kerok rambut yang berguguran karena dia ngebikin folikel jadi mengecil.

Fase menopause pada perempuan juga jadi momok menakutkan karena begitu memasuki tahap ini, tubuh mengalami penurunan dalam hal produksi hormon-hormon perempuan (seperti estrogen dan progestin). Ketika jumlah hormon ini menurun, tubuh perempuan akan jauh lebih sensitif terhadap hormon laki-laki, termasuk DHT itu tadi. Karena sifatnya bergantung pada fase menopause, biasanya kondisi ini akan datang ketika seorang perempuan menginjak umur 50 atau 60 tahun.

Gangguan kelenjar tiroid juga bisa menyebabkan alopecia karena kelenjar inilah yang bertanggung jawab dalam pembentukan rambut-rambut baru. Singkatnya, kelenjar ini yang mengatur jumlah helaian rambut pada tubuh seorang manusia. Kondisi hipotiroidisme (produksi hormon tiroid rendah) atau hipertiroidisme (produksi hormon tiroid berlebihan) bisa mempengaruhi kerontokan rambut dan di saat yang sama bisa menyebabkan rambut yang tersisa menjadi lemah, kering, dan rapuh.

Seberapa Lazim Sih, Kerontokan Rambut Pada Perempuan?

Empat puluh persen kasus kerontokan rambut pada perempuan terjadi di saat umur 40 tahunan dan ini bisa jadi isu yang membuat tekanan batin meningkat apalagi kalo penyebabnya ga cepat ditemukan dan ditangani.

Dua belas persen dari perempuan dalam rentang umur 20-29 tahun juga mengalami alopecia. Perempuan usia 80 tahun ke atas memiliki 80% kemungkinan kerontokan rambut berkaitan gangguan hormon. Faktor genetis juga memainkan peran dalam hal ini. Jika Teman DRYD memiliki ibu, saudara perempuan kandung, atau saudara perempuan lain memiliki riwayat rambut rontok, kemungkinannya jadi lebih besar juga Teman mengidap kondisi yang sama.

Yang berbahaya dari alopecia androgenik adalah bahwa kondisi ini sifatnya permanen thanks to hormon DHT itu tadi. Karena si hormon ini membuat kantong-kantong rambut mengecil, rambut jadi berguguran dan ga lagi tumbuh. Kabar baiknya, alopecia androgenik adalah gangguan yang sebetulnya bisa diatasi dengan menggunakan beberapa pilihan treatment.

Yang paling penting di sini adalah seberapa cepat kita menanggapi gejala awal kerontokan rambut alopecia. Makin cepat kita menanganinya, makin besar kesempatan kita buat menyelamatkan sebanyak mungkin helaian rambut.

Solusinya Apa Dong?

Yang pertama harus ditanamkan dalam diri adalah, ga usah mikir it’s the end of the world begitu nemu rontokan rambut berjubel di bantal atau saluran kamar mandi. Kondisi ini masih bisa disembuhkan kok, mau disebabkan hormonal imbalance atau apa pun itu. Trus, jangan ragu ke dokter begitu nemu gejala awal karena dokterlah yang bisa ngebantu kita mencari tahu penyebab utama kerontokan rambut. Kalo emang hormon yang jadi pemicu, ya nanti pasti dikasi treatment yang sesuai buat ngatasin persoalan gangguan hormon pada tubuh.

Yang pertama ada spironolactone. Obat ini bersifat antiandrogen; jadi dia bekerja dengan cara menekan produksi testosteron pada tubuh perempuan, termasuk si DHT. Obat ini juga diberikan berdasar resep jadi kita kudu nih, konsultasi ke dokter karena penggunaannya bisa berefek samping lain.

Ada juga yang namanya saw palmetto. Obat ini penggunaannya topikal, jadi langsung dioles ke kulit. Cara kerjanya adalah dengan menghambat sintesis testosteron menjadi DHT.

Trus ada minoxidil. Ini juga obat oles yang cara kerjanya lebih kepada merangsang asupan darah ke kulit kepala yang akhirnya memberi boost kepada pertumbuhan rambut. Tapiii obat ini bukan obat yang langsung mempengaruhi komposisi hormon badan ya, karena dia ga menekan produksi DHT. Simpelnya, obat ini mempercepat pertumbuhan helaian rambut aja. Penggunaannya lebih efektif ketika mencapai periode 3 hingga 6 bulan.

Yang terakhir adalah dengan proaktif mengubah pola makan dan gaya hidup. Memperbaiki pola makan dengan asupan mikronutrien seperti zat besi dan protein mungkin ga mempengaruhi komposisi hormon tubuh secara langsung ya. Tapi tetep aja cara ini bisa membantu dari dalam. Hasilnya emang ga instan tapi cepat atau lambat pasti bakal ada perubahan positif terhadap kekuatan akar rambut dan ketebalan jumlah helaiannya, terutama jika diet tinggi zat besi dan protein ini dijalankan selama 3-6 bulan. Trus kelola stres dengan benar. Jangan salaaah, stres juga berperan besar dalam menimbulkan alopecia karena stres juga menyebabkan ketidakseimbangan komposisi hormon. Jika stres kita kebanyakan disebabkan pekerjaan, coba deh, atasi akar permasalahannya. Mungkin waktunya buat ganti pekerjaan baru? Tapi ini tentunya bukan solusi buat semua orang ya, ga semua orang bisa segampang itu melepas pekerjaannya cuma gegara rambut rontok. Kan ga lucu…. Makanya, coba cari cara buat mengelola tekanan mental yang disebabkan lingkungan kerja. Kalo punya kebiasaan minum minuman berkafein atau sehari-hari ngerokok, coba dikurangi kalo ga bisa dieliminasi sama sekali. Olahraga juga penting, ga boleh ditinggal.

Final Words

Nah, dari pembahasan kali ini, yang paling penting buat diingat itu adalah bahwa alopecia androgenik itu bukan sebuah “hukuman mati”, yaaa, Teman DRYD. Efeknya mungkin emang permanen tapi kalo kita sigap dan dengan tepat mengambil tindakan, bisa kok diatasi. Yang penting itu semuanya butuh proses. Penggunaan obat butuh waktu sebelum menunjukkan hasil. Mengubah pola makan dan gaya hidup itu juga butuh waktu lebih lama lagi buat ngasi efek positif. Harus sabar, konsisten, dan teguh karena masa menjalani proses perawatan ini adalah periode kita diuji dengan sangat-sangat menyeluruh. Jangan panik, jangan tambah stres. Semua akan kembali lebat dan indah pada saatnya.

 

Collagen Drink: Bisakah Minuman Suplemen Menjaga Kulit Tetap Glowing?

“Anda adalah apa yang Anda makan”.

Pernah dengar slogan yang satu itu? Kalo Teman DRYD rutin nyari referensi kesehatan pasti sering banget kan, nemu kalimat kaya gitu? Jargon itu emang ada benernya. Kita mengonsumsi sesuatu yang kemudian imbasnya (baik positif maupun negatif) bisa terlihat dari penampilan luar. Kalo makannya berantakan dan sembarangan, kulit dan tubuh secara umum pasti keliatan kusam dan ga seger. Sebaliknya, kalo asupan makan sehari-hari yang kita konsumsi terjaga dengan benar, pasti kita akan tampak lebih glowing dan sehat. Dengan asumsi seperti ini, kita juga pasti dengan mudah mengartikan bahwa kalau kita meminum collagen drink, hasilnya kulit bakal lebih kenyal, elastis, dan awet muda. Iya kan? Tapi pada kenyataannya ga sesederhana itu kok.

“Lah, kan you are what you eat, Dok. Ya itu juga harusnya berlaku untuk suplemen yang satu itu.”

Iyaaa. Minuman kolagen emang lagi ngehype banget belakangan ini. Influencer-influencer di Instagram ato YouTube banyak banget yang promoin produk-produk macam begini. Ga ada salahnya sih, mau nyobain. Tapi pernah ga kepikiran satu pertanyaan simpel: Emang bisa gitu dengan minum sesuatu doang kulit bakal awet muda? Kalo emang produk seperti itu ada, kenapa baru sekaran-sekarang ini keblow-up?

Sebelum ke sana, kita kenalan dulu yuk sama zat yang jadi nilai jual produk yang dimaksud.

What Is Collagen?

Apa itu kolagen? Teman DRYD jangan sering suka ngucapin satu nama bahan tanpa tahu apa sebenarnya bahan itu ya. Yang namanya kolagen itu adalah jenis protein yang tersusun dari berbagai macam asam amino yang fungsinya adalah menjaga keutuhan struktural jaringan tubuh dan tulang. Kolagen juga adalah protein yang memberi kulit kekenyalan khas serta merangsang pembentukan hyaluronic acid. Di dalam tubuh sendiri ada beberapa tipe kolagen tergantung lokasinya, ada yang di tulang, di otot, rambut, dan kulit. Tipe kolagen tertentu berfungsi menjaga kulit tetap elastis tapi kita cenderung kehilangan 1.5% dari total simpanan kolagen alami setelah usia 25 tahun. Ada banyak faktor yang menyebabkan penurunan ini di antaranya adalah proses penuaan, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, konsumsi gula terlalu banyak, dan konsumsi makanan yang diproses secara tidak sehat.

Nah, karena fungsinya yang berkaitan erat dengan menjaga stabilitas kulit inilah makanya sekarang muncul tren kecantikan baru dalam bentuk minuman kolagen. Prinsipnya sederhana; itu tadi, Anda adalah apa yang Anda konsumsi. Jadi singkat kata, jika kita minum kolagen, persediaan kolagen badan akan bertambah dan kulit akan tetap elastis dan awet muda. Sederhana kan? Tapi logikanya ga berhenti sampe di sana aja. Berapa banyak kolagen yang harus dikonsumsi supaya efeknya bisa terlihat? Worth it ga sih, kalo kita menyertakan kolagen dalam pola diet kita dari segi budget? Ada ga sih bukti ilmiah yang memperlihatkan dengan gamblang kalo suplemen kaya gini tuh beneran efektif?

Emang Gimana sih Cara Kerja Minuman Kolagen?

Kita mulai dengan yang paling dasar. Gimana kolagen bisa bekerja lewat minuman yang kita konsumsi? Merk-merk yang ada di pasaran biasanya menyertakan kolagen dalam bentuk peptida yang terhidrolisasi. Tujuannya adalah supaya begitu dikonsumsi, molekulnya bisa dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang gampang diserap usus. Setelah diserap, zat kolagen dari minuman itu akan masuk ke dalam pembuluh darah yang kemudian disebar ke seluruh badan. Peptida kolagen ini sampai ke kulit dan bisa bertahan dalam lapisan kulit selama 2 minggu. Hasil uji laboratorium menunjukkan kalo peptida kolagen dalam produk suplemen dapat memperbaiki hidrasi kulit dan mengurangi kerutan. Nah ini baru hasil uji dalam lab loh, ya. Karena pada kenyataannya, di luar konteks uji ilmiah, keefektifan minuman kolagen masih jadi sumber perdebatan.

Argumen yang digunakan untuk menampik efektivitas minuman kolagen adalah proses penyerapan yang diutarakan tadi. Kolagen utuh yang masuk ke dalam perut akan dipecah menjadi asam amino. Ada yang berpendapat kalo kolagen yang dikonsumsi ga bakal mungkin selamat dan tetap utuh setelah melewati proses pencernaan untuk didistribusikan ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah. Kalopun ada elemen yang berhasil sampe ke kulit, persentasenya akan sangat kecil, terlalu kecil untuk bisa memberikan perubahan atau perbaikan berarti. Nah, ini untuk kasus konsumsi kolagen utuh. Apalagi kalo yang diminum adalah kolagen dalam bentuk peptida, semestinya sih begitu sampai dalam usus udah ga utuh lagi untuk diproses badan.

Manfaat Mengonsumsi Suplemen Kolagen

Jadi ga guna dong udah cape-cape minum rutin tapi ga ada hasil?

Bukan ga ada. Investigasi ilmiah masih terus berjalan untuk nyari tau efektivitas minuman collagen dalam menjaga kesehatan kulit. Beberapa orang yang rutin mengonsumsi juga ngerasain efek positif setelahnya.

Pertama, tetap ada yang ngerasa kalo kesehatan kulitnya membaik. Ada sebuah studi yang mengamati individu-individu yang rutin selama 8 minggu mengonsumsi suplemen kolagen sebanyak 2.5-5 gram. Hasilnya kulit mereka jadi ga terlalu kering dan ada juga peningkatan signifikan dalam hal elastisitas kulit. Studi lain menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi minuman yang dicampur dengan suplemen kolage selama 12 minggu akan memperbaiki hidrasi kulit dan penipisan kerutan.

Kedua, nyeri sendi berkurang. Kolagen juga berfungsi menjaga keutuhan jaringan tulang rawan yang banyak ditemukan di area persendian badan. Jaringan tulang rawan ini berkurang kinerjanya seiring dengan penuruan produksi alami kolagen dalam tubuh. Akibatnya persendian akan sering terasa sakit dan kaku. Meminum suplemen kolagen bisa membantu mengatasi keluhan ini. Teorinya, kolagen yang dikonsumsi akan menumpuk di jaringan tulang rawan dan merangsang produksi kolagen dalam tubuh.

Ketiga, mencegah pengeroposan tulang. Fun fact: tulang-tulang kita tersusun mayoritas dari kolagen. Ketika produksi kolagen menurun drastis, massa tulang pun anjlok yang kemudian menyebabkan osteoporosis. Apa risikonya? Tulang jadi rapuh dan gampang patah.

Keempat, konsumsi suplemen kolage bisa berdampak positif untuk meningkatkan massa otot. Sepuluh persen dari total massa otot tersusun dari kolagen. Konsumsi kolagen dapat merangsang sintesis protein otot seperti kreatin.

Kelima, konsumsi collagen drink yang bagus dikatakan dapat meningkatkan kesehatan jantung. Pembuluh darah arteri, yaitu pembuluh darah yang menyalurakan darah dari jantung ke seluruh tubuh juga tersusun antara lain oleh kolagen. Kekurangan kolagen akan menyebabkan pembuluh ini lemah dan rapuh. Kondisi ini akan berisiko menyebabkan atherosclerosis, keadaan medis yang ditandai dengan penipisan arteri dan berpotensi menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Keenam, ada beberapa efek positif lain yang ditimbulkan dari konsumsi kolagen. Suplemen kolagen dikatakan bisa mencegah kerapuhan kuku dan rambut, memperbaiki beberapa keluhan perut seperti leaky gut syndrome, membantu meningkatkan mood dan mengurangi gejala kecemasan, dan mempercepat proses metabolisme sehingga membantu menurunkan berat badan.

Nah, Teman DRYD, yang perlu diingat di sini adalah semua manfaat konsumsi minuman kolagen ini tuh cuma berdasar laporan subjektif aja ya. Semua berdasar pada cerita orang yang mengonsumsi, studi ilmiah terbatas, dan investigasi yang belum terlalu intensif. Masih diperlukan uji coba dan penelitan ekstensif buat bisa mengambil kesimpulan umum tentang efektivitas minuman kolagen.

Efek Samping

Sejauh ini dan secara umum, ga ada ya, efek samping yang membahayakan kesehatan dari mengonsumsi beauty drink. Tapi, beberapa produk mungkin menyertakan kolagen yang diturunkan dari bahan-bahan penyebab alergi seperti ikan, kerang, dan telur. Orang yang alergi dengan bahan-bahan seperti itu sebaiknya menghindari konsumsi produk terkait. Beberapa orang juga melaporkan rasa ga enak di mulut mereka setelah mengonsumsi suplemen kolagen sementara beberapa yang lain melaporkan rasa penuh dalam perut dan nyeri di ulu hati.

Tapi laporan-laporan ini semua masih berdasarkan pada beberapa kasus aja ya. Suplemen kolagen relatif aman dikonsumsi sesuai dosis dan anjuran.

Alternatif yang Lebih “Safe

Safe” di sini ga otomatis saya mengklaim kalo suplemen kolagen itu ga aman dikonsumsi ya, sampe harus nyari penggantinya. Seperti yang udah disampein tadi, uji ilmiah terhadap efektivitas suplemen kolagen masih bergulir dan butuh waktu sebelum para ahli bisa sampai pada satu kesimpulan pasti. Tapi kalo tetap masih mau minum collagen drink terbaik ya monggo aja sih. Asalkan ga berlebihan yaaa. Sesuai anjuran aja. Siapa tau emang ada efek baiknya kan?

Tapi ada kok cara lain yang bisa dipakai untuk meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh.

Pertama, dengan cara menggunakan retinoid. Retinoid diturunkan dari vitamin A dan sejauh ini masih merupakan satu-satunya zat topikal yang ampuh mencegah penuaan dini. Retinoid bisa memudarkan kerutan kulit, memperlambat penguraian kolagen, dan mencerahkan pigmentasi dan bintik-bintik pada wajah.

Kedua, dengan vitamin C. Vitamin C juga dibutuhkan dalam sintesis kolagen dalam tubuh. Vitamin C juga bersifat antioksidan, mencerahkan kulit, dan antiradang. Gunakan vitamin C dengan konsentrasi tidak lebih dari 20% karena kandungan konsentrasi yang lebih tinggi justru malah akan mengiritasi kulit.

Ketiga, dengan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung kolagen alami. Diet yang seimbang dan mengandung cukup protein (nabati atau hewani) bisa meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh. Ditambah sayur dan buah yang mengandung vitamin C, kebutuhan kita akan kolagen akan segera terpenuhi dengan alami. Coba tambahkan juga dalam pola makan kita elemen kaldu dari tulang, entah dari tulang ayam, tulang sapi, atau tulang ikan. Makanan berbasis kaldu tulang biasanya berefek menyembuhkan tubuh dan tinggi kandungan kolagen, gelatin, dan asam amino—kesemuanya berfungsi positif untuk kesehatan usus.

Makanan Apa Aja Yang Kaya akan Kolagen?

Ikan sejak lama dikenal sebagai sumber asam amino, yang pada akhirnya digunakan tubuh untuk memproduksi kolagen. Dianjurkan menyantap ikan sekaligus dengan kulitnya untuk hasil yang maksimal.

Sayuran dan buah, seperti yang tadi udah disinggung, tinggi kandungan vitamin C-nya. Coba tambahkan lemon, paprika (merah dan hijau), serta tomat dalam menu sehari-hari. Tomat sendiri juga tinggi likopen, antioksidan yang dapat menanggulangi kerusakan pada kulit setelah terpapar matahari.

Kaldu tulang juga tadi sempat disinggung ya. Buatlah menu olahan berbahan dasar tulang, seperti sup misalnya.

Buah beri. Buah-buahan di keluarga berries termasuk stroberi, blackberry, blueberry, dan raspberry. Kesemuanya tinggi kandungan vitamin C.

Daging merah kaya akan zinc, yang juga salah satu elemen penting untuk pembentukan kolagen. Di dalam daging juga terkandung hidriprolin, prolin, dan glusin—3 asam amino esensial yang menyusun kolagen.

Tiram mengandung tembaga, unsur lain yang menyusun kolagen.

Final Words

Ga dilarang kok, minum minuman kolagen. Selagi ada budget khusus buat menyertakan suplemen yang satu ini dalam pola diet sehari-hari, kenapa engga kan? Toh juga ga ada efek buruknya. Toh juga masih tetap ada hal baik yang bisa diharapkan.

Tapiii, buat yang masih meragukan efektivitas suplemen seperti ini karena masih kurang didukung dengan data ilmiah dan endorse resmi dari dunia kedokteran, ya gapapa juga. Gimana enaknya aja, senyamannya. Toh juga masih ada alternatif lain yang bisa diandalkan.

Yang penting itu kulit sehat dan hati senang.

Keluhan Kesehatan Kulit dan Stres

Hai Teman DRYD,

Percaya ga kalo penyakit kulit bisa disebabkan oleh tekanan batin yang berlebihan? Sepertinya mungkin emang ga ada kaitannya ya. Kok bisa, gitu, kulit bermasalah gegara hati yang gundah gulana? Tekanan batin kan adanya di dalam hati ya, ga mungkin lah bisa ngefek ke kulit.

Pikiran soal gangguan psikis bisa berimbas ke fisik itu emang kaya ga masuk akal karena kita terbiasa memisahkan keduanya dengan garis batas maya yang tegas. Terlalu tegas, malah, sampe-sampe kita menolak percaya bahwa apa yang ada dalam hati kita bisa terefleksikan dari penampilan luar. Beberapa waktu lalu kita pernah bahas yang namanya penyakit psikosomatis, yaitu ketika beban mental yang terlalu besar berubah menjadi penyakit fisikal, yang baru bisa diatasi jika sumbernya (yaitu ketidakseimbangan kondisi psikis) di-handle terlebih dahulu. Ini beneran lo ya, ga ngada-ngada. Pada beberapa kasus, justru isi kepala dan hatilah yang bikin badan jadi sakit dan gejala-gejala gangguan fisikal itu akan hilang setelah metode-metode stress management diterapkan. Yaaa, sebenernya ga sesimpel itu juga sih. Tapi paling ga nih ya, gejala fisik tadi mungkin akan lebih mudah untuk diatasi jika kondisi psikis seseorang sudah tertangani lebih dulu.

Ini juga berlaku untuk kondisi gangguan kulit.

Pernah ga sih, Teman DRYD tiba-tiba nemuin ada jerawat di muka padahal ga abis ngapa-ngapain dan selalu merawat dan membersihkan kulit? Ato mungkin ada rasa gatal-gatal tanpa sebab di permukaan kulit di beberapa bagian tubuh tertentu? Semuanya serba tiba-tiba dan serba goib aja gitu, muncul tanpa sebab. Coba deh liat ke belakang lagi, runut semuanya. Apa Teman DRYD baru aja ngalamin suatu kejadian yang bikin nervous? Ada ujian yang ribet, mungkin? Atau lagi abis berantem sama si bos, mungkin? Ato mungkin tempat kerja yang udah terlalu toxic?

Kalo iya, curiga ga sih kalo gejala-gejala yang ada di kulit tadi ada hubungannya? Ini dengan catatan semua effort buat menjaga kulit udah dilakuin loh, ya. Ya kali kulit ga bakal sakit even pas kita ga rajin cuci muka. Coba bandingin kondisi kulit setelah tekanan batin terpicu sama sebelum. Ada perbedaan? Kalo iya, fixed udah semuanya dikarenakan kondisi psikis sedang dalam keadaan yang ga sehat.

Sebenernya prosesnya ga sesederhana itu juga sih. Ga yang…. kalo lagi tertekan, langsung biduren, langsung jerawatan. Ga seinstan itu juga. Tetap ada yang namanya sebab-musabab, reaksi berantai. Kayak efek domino, gitu; kalo yang satu di awal udah tumbang, yang lainnya ikutan ketimpa dan terus berjatuhan.

Semuanya berawal dari hormon.

Tubuh kita punya yang namanya sistem respons terhadap pencetus stres. Ini proses alami ya, sesuatu yang mutlak secara biologis dan fisiologis jadi mustahil bisa kita kendalikan atau hentikan sama sekali. Begitu kita tertekan, tubuh akan memproduksi hormon tertentu sebagai respons alami. Apa hormon itu? Jreng jreng jreeeng, perkenalkaaan hormon kortisol!

Kortisol ini dikenal juga dengan julukan the stress hormone. Kenapa? Karena ketika kita sedang mengalami tekanan psikis, produksi hormon ini meningkat jumlahnya. Jadi ketika diukur, tubuh seseorang yang tengah mengalami tekanan batin akan mengandung sejumlah besar kortisol. Yuk cek fun facts about this hormone:

  1. Kortisol berperan dalam produksi energi bagi tubuh dan membantu mengendalikan stres. Kortisol berperan dalam proses metabolisme tubuh karena hormon ini mengendalikan jumlah glukosa yang digunakan untuk menyediakan energi untuk tubuh. Kortisol diproduksi dengan jumlah besar ketika tubuh mengalami stres, baik fisikal mau pun psikis, karena hormon ini juga berfungsi menormalisasi tekanan darah dan memicu pelepasan insulin untuk mengendalikan kadar glukosa darah. Jadi semakin kita stres, semakin banyak kortisol yang diekskresikan karena tubuh tuh ngertinya kondisi badan kita lagi ga Jadi selama tubuh masih ga seimbang, bakalan ada terus tu, peningkatan kortisol.
  2. Alarm alamiah tubuh menjadi pemicu pelepasan kortisol. Ketika stres, otak akan mengartikan itu sebagai kondisi mengancam untuk tubuh secara umum dan memerintahkan kelenjar adrenal untuk memproduksi adrenalin dan kortisol secara bersamaan. Adrenalin membuat denyut jantung meningkat sementara kortisol memperbanyak kadar gula dalam darah. Dengan kondisi ini, tubuh akan membuat keadaan yang lebih kondusif bagi otak untuk bisa berpikir dengan lebih jernih.
  3. Kortisol ada dalam kadar tertingginya justru di pagi hari. Normalnya, kadar tertinggi kortisol dalam tubuh terjadi sekitar jam 8 pagi dan kemudian menurun ke tingkat paling rendah di saat sebelum tidur. Nah, pada orang-orang yang pola kerjanya lebih banyak dilakukan di malam hari, tingkatannya akan sebaliknya.
  4. Kortisol bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan. Jika kortisol diproduksi secara hiperaktif dan tidak ditangani, hormon ini bisa mengubah cara tubuh menyimpan lemak. Tubuh akan dipengaruhi dan punya kecenderungan untuk menumpuk lemak di area perut. Ini, pada gilirannya, akan menyebabkan peningkatan risiko penyakit-penyakit kardiovaskular.

Hormon dan Kulit

Trus hubungannya kortisol dengan gangguan pada kulit apa dong, Dok?”

Simpel: Produksi kortisol berlebihan menyebabkan 1) peradangan dan 2) produksi minyak pada kulit meningkat.

Kalo udah begini, udah deh ya… pasti bakal banyak keluhan yang muncul.

Pertama, jerawat udah pasti jadi masalah umum. Kenapa? Dengan kondisi minyak pada permukaan kulit yang diproduksi secara meningkat, potensi kulit dihinggapi partikel-partikel penyumbat pori-pori juga ikut meningkat. Pori-pori yang tersumbat bikin pengeluaran minyak terhambat dan ini jadi lingkungan yang cocok buat bakteri berkembang-biak. Meradang lah itu kulit. Jerawatan lah akhirnya.

Kedua, biduran. Ini sedikit lebih rumit prosesnya. Ketika stres, selain mengeluarkan kortisol, tubuh juga memproduksi neuropeptida dan neurotransmitter. Zat kimia seperti ini berpotensi “mengobrak-abrik” cara tubuh merespons alergen, zat-zat pemicu alergi. Kulit jadi supersensitif dan merespons alergen tadi dengan cara abnormal dan ini akan memicu biduran. Jadi jangan heran kalo pas stres kita jadi lebih sensitif terhadap hal-hal yang tadinya ga memicu alergi.

Ketiga, eksim. Baik eksim atopik mau pun eksim diskoid ditandai dengan kulit kemerahan, rasa gatal, bersisik, dan penebalan. Penyebab utama eksim sebenernya masih jadi perdebatan tapi secara umum peningkatan kortisol ketika stres akan membuat kulit secara umum meradang dan ini yang menyebabkan eksim muncul.

Keempat, psoriasis. Psoriasis ditandai dengan kulit merah dan bersisik yang terasa gatal. Psoriasis merupakan jenis penyakit kulit yang disebabkan, salah satunya, gangguan sistem imun. Ketika stres, sistem imun tubuh akan terganggu dan ini bisa berujung pada kemunculan psoriasis. Kondisi psoriasis yang emang udah ada sebelumnya juga bisa diperparah. Beberapa orang merespons stres dengan cara menggaruk kulit yang aslinya ga gatal. Jika area yang digaruk sudah terjangkit psoriasis, kondisinya bisa lebih parah.

Itu tadi baru beberapa contoh kasus aja ya. Secara estetis, stres membuat kualitas tampilan kulit jadi ga menarik karena kita akan kelihatan lebih tua dengan kerutan, kulit keriput dan ga elastis, dan kekusaman. Rosacea juga bisa muncul tapi mungkin lebih kepada orang-orang yang emang berisiko tinggi. Kondisi-kondisi gangguan kulit ini diperparah juga dengan kemungkinan besar kita lupa melakukan perawatan kulit. Tau dong ya, kalo udah stres pasti ga kepikiran mau cuci muka. Perawatan se-basic nyuci muka aja luput apalagi yang kaya-kaya pake pelembap gitu. Makin parah lah kondisi gangguannya.

“Ah, kalo gitu mendingan hormonnya distop produksinya kali ya, Dok?”

Ga gitu juga, Nyaiii….

Stres itu sesuatu yang mustahil buat dihindari karena kita ga punya kontrol terhadap kemunculannya. Makanya saya agak menghindari mencari tahu tentang cara menghilangkan stres. Iya, saya penganut paham “daripada sibuk nyari cara ngilangin stres, mending di-managekalo udah soal ini sih. Karena saya pikir sih, mencoba menghilangkan, menghentikan, atau bahkan mencegah itu kayak mencoba menahan gelombang laut gitu. Sia-sia. Dia datang di saat tak terduga dan ga peduli sama persiapan apa pun yang udah kita coba terapkan. Jadi mending dimitigasi, dikelola, dikenali, dan dijadikan teman. Karena kita juga butuh stres buat bertumbuh dan berkembang. Beberapa jenis stres dalam tingkatan tertentu malah dibutuhkan sebagai stimulan yang berpengaruh secara positif pada tubuh. Iya, kita kudu waspada. Iya kita kudu paham efeknya apa. Tapi mencoba menghilangkan stres itu tindakan yang menurut saya sedikit ga ada gunanya. Kita cuma bisa mencoba mengurangi dan membatasi efek buruknya aja.

“Jadi apa ngga ada yang bisa dilakukan supaya kulit ga terlalu menderita pas stres, Dok? Sedih banget dong….”

Ada dooong.

Yang pertama yang harus dilakukan sebagai cara mengatasi stres adalah jangan jadi denial. Sadari diri sedang mengalami stres dan jangan berusaha mengabaikannya. Jangan pernah berpikir, “Ah, engga gua ga stres. Cuma lagi banyak kerjaan aja.” Ya, masa harus dikasi tau sih, kalo tumpukan pekerjaan itu adalah salah satu faktor utama pemicu stres?

Kedua, sestres apa pun, se-distracted apa pun, sepusing apa pun sama lingkungan, JANGAN PERNAH lupa (atau melewatkan) merawat kulit. Kulit harus selalu dijaga bersih dan dirawat supaya tetap sehat. Cuci muka sehari dua kali. Pelembap dipake terus. Sunscreen juga ga boleh dilewatin. Berikan perhatian ekstra untuk kulit. Rasakan setiap sentuhan yang diberikan. Ini juga bisa jadi momen pas buat menyembuhkan kondisi psikis yang sedang kacau.

Ketiga, perhatikan makanan. Nih ya, pas lagi stres, pasti bawaannya pengen ngemil kan? Gapapa, ga masalah. Boleh aja ngemil tapi pastiin cemilannya sehat dan ga memperburuk kondisi kulit. Kaya yang manis-manis dan minyak-minyak, itu ga boleh ya. Ganti dengan buah dan sayuran aja.

Keempat, tidur yang cukup. Saat kita tidur, tubuh melakukan perbaikan struktural menyeluruh, termasuk di bagian kulit. Kurang tidur sama sekali ga memperbaiki keadaan karena tubuh akan malah semakin stres.

Kelima, relaksasi. Apa aja metodenya? Meditasi bisa. Pijat juga bisa. Spa pun bisa. Efeknya dobel pula; stres berkurang, kulit makin segar.

Keenam, gunakan produk-produk eksternal seperti krim atau salep. Psoriasis bisa ditanggulangi dengan krim retinoid sementara eksim bisa ditangani dengan krim gliserin. Tapiii, ada baiknya sebelum menggunakan produk seperti ini kita konsultasi dulu ke dokter kulit biar ga nimbulin masalah baru.

Stres jangan dianggap enteng tapi jangan diperburuk dengan overthinking ya. Kondisi psikis dan kondisi kulit itu berkaitan secara langsung meskipun ga sederhana juga prosesnya. Yang terpenting, jangan lupa merawat kulit apa pun keadannya. Jangan males, jangan kebawa emosi. Kelola dan kendalikan stres dengan cara yang efisien.

Stretchmarks Kudu Diapain Sih, Sebenernya?

Dari semua permasalahan kulit yang ada, stretchmarks kayanya jadi salah satu yang paling bikin horor, ya. Kulit dipenuhi “rekahan-rekahan” merah muda yang ga bakal bisa ilang. Mau kaya apa juga ga bakal pergi itu kondisi. Masa sih, semengerikan itu?

Pertama dan yang terutama, masalah kulit seperti ini dalam dunia dermatologi dikenal sebagai striae, striae distensae, striae athropicans, striae gravidarum dan bisa menyerang siapa aja, ga peduli jenis kelamin. Tapi emang sih, perempuan lebih rentan kena daripada laki-laki. Bentuknya berupa garis-garis atau guratan di permukaan kulit, mirip bekas luka, dengan warna yang lebih gelap dibandingkan kulit sekitarnya. Gurat-gurat kemerahan ini biasanya bisa ditemukan di beberapa area tubuh seperti perut, paha, pinggul, payudara, lengan atas, dan punggung bawah. Stretchmark biasanya muncul sebagai respons negatif dari kulit terhadap peregangan mendadak dan tidak dapat kembali ke keadaan normalnya dan ini merupakan sebuah kondisi kulit yang umum terjadi. Lebih dari 50% perempuan mengalami stretchmarks ketika masa hamil.

(Not so) Fun Facts tentang Stretchmarks

  • Kehamilan, pubertas, dan pertambahan berat badan secara signifikan adalah sebab-sebab umum stretch marks.
  • Treatment-treatment yang ada dewasa ini (yang diklaim ampuh menghilangkan stretch marks) belum didukung oleh dasar medis yang valid.
  • Stretch marks akan memudar seiring waktu, meskipun memang tidak sepenuhnya hilang. Stretch marks bukan sebuah kondisi yang membawa risiki kesehatan jangka panjang.
  • Area-area yang rentan terkena stretch marks meliputi area abdomen, payudara, pinggul, punggung bawah, pantat, dan paha.

Jadi jelas nih, ya, keberadaan stretch marks sebenernya bukan sebuah gangguan medis yang bisa mengancam nyawa dan keselamatan. Taaapi, orang-orang yang memiliki kondisi kulit seperti ini biasanya akan bermasalah dengan yang namanya citra diri dan kecemasan berlebihan. Untuk beberapa orang bahkan stretch marks bisa berubah menjadi persoalan kosmetis yang akan mempengaruhi hidup mereka secara umum.

Proses Terjadinya Stretch Marks

Ada tiga lapisan utama pada jaringan kulit dan stretchmarks terbentuk di area lapisan tengah atau dermis. Jaringan ikat pada lapisan kulit ini bisa melar sampai melewati batas elastisitasnya ketika kulit meregang sangat cepat.

Jaringan ikat pada lapisan dermis mampu meregang dalam batas tertentu untuk mengakomodasi pertumbuhan tubuh yang normal. Tapi pertumbuhan yang sangat cepat akan membuat lapisan dermis robek dan inilah yang membuat stretch marks berbentuk seperti bekas luka. Stretch marks akan berwarna putih mengilap karena lapisan lemak bawah kulit menjadi terekspos alih-alih pembuluh darah dan jaringan lain.

Stretch marks lebih cepat terbentuk dan bisa memburuk ketika kortison diproduksi dalam tingkat yang sangat tinggi atau ketika kulit terpapar pada kortison. Kortisol, si hormon stres yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, akan dikonversi menjadi kortison dan ini bisa menyebabkan serat-serat elastis pada kulit menjadi lemah.

Tanda-tanda dan Gejala

Kemunculan stretch marks biasanya ditandai dengan penipisan lapisan kulit dan warna merah muda. Di beberapa kasus, gejala ini juga disertai dengan rasa perih dan gatal. Pada awalnya guratan kulit akan terlihat mengerut  dan jendul-jendul. Warnanya berubah menjadi merah, ungu, coklat kemerahan, atau coklat tua—tergantung pada jenis dan warna kulit. Guratan ini akan memudar dan menipis seiring waktu dan warnanya akan berubah keputihan. Stretch marks bisa jadi terlihat sangaaat samar tapi butuh waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya guratan-guratan yang ada jadi pupus.

Penyebab dan Faktor Risiko

Sebab umum stretch marks adalah:

  1. Tadi udah disinggung dikit; antara 50-90% perempuan yang menjalani periode kehamilan akan mengalami stretch marks, baik pada saat hamil maupun sesudahnya.
  2. Pertumbuhan fisik yang pesat di kelompok usia remaja akan memaksa kulit untuk meregang.
  3. Kenaikan berat badan secara signifikan. Ketika berat badan bertambah dalam jangka waktu singkat juga bisa membuat kulit meregang mendadak.
  4. Kondisi medis tertentu. Sindrom Marfan dapat menurunkan tingkat elastisitas kulit sementara Sindrom Cushing membuat tubuh menghasilkan hormon yang berperan dalam peningkatan berat badan dan membuat kulit “rapuh”.
  5. Penggunaan kortikosteroid. Penggunaan kortikosteroid dalam jangkan waktu lama (baik krim atau lotion) bisa menurunkan jumlah kolagen dalam kulit. Kolagen berperan dalam memperkuat dan menyokong kulit.

Faktor risiko:

  1. Riwayat keluarga,
  2. Penyakit kronis,
  3. BMI (body mass index) sebelum hamil, dan
  4. Berat badan bayi dalam kandungan pada perempuan hamil,

Diagnosis

Pendiagnosaan stretch marks biasanya dilakukan dengan cara pemeriksaan langsung terhadap kulit. Secara umum stretch marks biasanya tidak menyebabkan keluhan medis meskipun di beberapa kasus langka, kondisi kulit ini merupakan gejala dari gangguan lain yang harus ditangani.

Pengobatan dan Pencegahan

Baaanyak banget orang yang nyari tau tentang cara menghilangkan stretch marks. Tapi biasanya nih ya, kalo stretch marks udah muncul, ya udah, ga bakal bisa ilang. Kalau pun yang namanya obat penghilang stretch marks itu ada, yang paling mungkin buat diarepin cuma efek memudarkan. Permukaan kulit tetap bakal kaya ada guratan-guratan gitu walopun mungkin ga sekasar pas pertama muncul. Beberapa pilihan perawatan biasanya mahal dan ga selalu efektif. Alternatif lain pun masih jadi pertanyaan. Krim, gel, lotion, bahkan bedah kosmetik digadang-gadang sebagai penghilang stretchmarks yang mumpuni meskipun, lagi-lagi, keefektifannya masih jadi perdebatan kok.

Yang jadi masalah, stretch marks ga selalu bisa dicegah kemunculannya. Taaapi, ada beberapa cara yang bisa diambil untuk menurunkan risiko.

  1. Jaga berat badan ideal,
  2. Hindari pola diet yo-yo,
  3. Atur pola makan yang kaya akan vitamin dan mineral dan tingkatkan asupan vitamin A dan C serta mineral zinc dan silikon yang bisa mendukung kesehatan kulit,
  4. Usahakan berat badan berkurang perlahan dan bertahap selama kehamilan,
  5. Minum 6 hingga 8 gelas air setiap hari.

Takeaway

Naaah, Teman DRYD, udah paham dong yaaa stretch mark itu kondisi normal. Semuanya cuma konsekuensi logis dari proses biologis yang terjadi pada tubuh. Ga perlu panik, ga usah berlebihan menanggapinya. Yang pertama-tama perlu dilakukan ketika mendapati tubuh yang terkena stretch marks adalah menciptakan citra tubuh positif. Tubuh kita adalah tubuh kita, apa pun keadaannya—apalagi ini adalah sebuah proses alami. Kalo mau dicari salah siapa dan kenapa, ya kita juga kok yang teledor. Kenapa dulu ga dijaga makannya? Kenapa dulu berat badan ga dikontrol naiknya?

Tapi ya udah; yang udah kejadian ya udah biarin. Rawat semasuk akalnya aja. Jangan kecewa pas nemuin krim mahal yang dibeli online ternyata ga ada hasil dan ga membawa perubahan apa pun. Jangan kecil ati. Seengganya warnanya bisa dibikin pudar kok. Stretch marks memudar akan jauh lebih baik daripada engga sama sekali kan? Tapi ya sabar. Orang kulitnya “pecah” aja butuh waktu, mudarin penampilannya juga butuh timeframe tertentu juga kali….

Boleh pake body lotion untuk stretch mark yang diiklanin di internet—selama kandungan bahan di dalamnya ga beracun dan berbahaya buat badan. Gapapa pake krim ini, salep itu, gapapa banget. Namanya juga usaha, kan?

Yang namanya cara menghilangkan stretch mark di perut itu agak sedikit seperti khayalan semu. Daripada ngabisin waktu dan energi nyari salep untuk menghilangkan stretch marks sampe ke ujung dunia dan ke tujuh samudra, mendingan mindset kitanya yang diganti deh. Jangan berfokus ke “mengobati”, tapi coba dijaga supaya stretch mark-nya ga muncul. Gimana caranya? Yang termudah adalah coba deh mulai sekarang rajin pake lotion, terutama di bagian-bagian badan yang rentan terkena. Produk-produk seperti lotion atau yang lainnya bisa mem-promote kulit yang sehat dan segar sehingga ga gampang melar terus “sobek”. Konsumsi makanan sehat kaya vitamin dan mineral bisa meningkatkan produksi kolagen kulit jadi elastisitasnya tetap terjaga. Kalo asupan nutrisi buat kulit udah terpenuhi dan maksimal dan stretch marks tetap muncul, jangan frustrasi. Saatnya kita mencintai stretch marks karena itu adalah bagian dari kita—tapi ga semestinya menjadi satu-satunya hal yang mendefinisikan jati diri kita, siapa kita, dan bagaimana kita menilai diri sendiri.